Wapres Ma'ruf Amin: Pembangunan RS Syubbanul Bentuk Gotong Royong Semua Pihak

Kamis, 7 November 2019 13:53 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres Ma'ruf Amin: Pembangunan RS Syubbanul Bentuk Gotong Royong Semua Pihak Wapres Maruf Amin resmikan RS Syubbanul Wathon di Magelang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yayasan Syubbanul Wathon, dan Lippo Group yang berlokasi di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Ma'ruf mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut adalah bentuk dari kerja sama beberapa pihak. Mulai dari pihak swasta, ormas hingga pemerintah.

"Ini merupakan wujud dari pada sikap gotong royong dari sikap yang kita miliki, ada PBNU, lippo, kemudian ada juga pesantren Tegalrejo, kemudian juga ada pemerintah, karena di dalamnya ada BPJS Kesehatan, jadi ada pihak-pihak yang kerjasama sehingga terwujud rumah sakit," kata Ma'ruf saat meresmikan RS Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/11).

Dia menjelaskan gotong royong adalah bentuk ciri khas dari Indonesia. Sebab membangun rumah sakit hingga sekolah dibantu satu sama lain tidak seperti negara lain. Hal tersebut kata dia perlu dijaga satu sama lain.

"Mungkin di negara lain hampir tidak ada, sekolah yang dibangun oleh secara gotong royong dan ini suatu kelebihan," kata Ma'ruf.

Rumah Sakit Bisa Jadi Pelayan Optimal

Ma'ruf juga sepakat dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang berharap rumah sakit bisa jadi pelayan yang optimal untuk masyarakat. Tidak hanya menangani orang sakit tapi untuk upaya-upaya untuk pencegahan.

"Tapi berusaha melakukan upaya-upaya pencegahan, promoting ya tidak hanya kuratif sebab penting supaya yang sakit tidak banyak, karena itu perlu digalakkan germasnya (gerakan masyarakat sehat)," ungkat Ma'ruf.

Menurut Ma'ruf, memberikan pelayanan hukumnya adalah fardu kifayah dan fardu a'in (wajib). Dia menjelaskan fardu kifayah itu antara lain menghilangkan bahaya yang menimpa orang-orang yang terhormat.

"Oleh karena memberikan pelayanan kesehatan untuk muslim maupun nonmuslim paling sedikit itu fardu kifayah. Ini oleh karena ini jadi tanggung jawab yang dilakukan oleh semua pihak secara gotong royong," ungkap Ma'ruf.

Beragam pelayanan dan fasilitas dihadirkan di rumah sakit berkapasitas 122 tempat tidur. Mulai dari instalasi gawat darurat 24 jam, laboratorium dan farmasi 24 jam, serta fasilitas penunjang seperti ultrasonografi dan X-ray. RSU Syubbanul Wathon juga menyerap tenaga kerja lokal yang dibekali pelatihan intensif agar mampu memberikan pelayanan kesehatan optimal di rumah sakit tersebut. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini