Wapres Ma'ruf Amin: Khilafah Bukan Tidak Islami tapi Menyalahi NKRI

Jumat, 8 November 2019 10:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres Ma'ruf Amin: Khilafah Bukan Tidak Islami tapi Menyalahi NKRI Wapres Maruf Amin di acara Sespimti Polri. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menghadiri acara seminar sekolah peserta SESPIMTI Polri Dikreg ke-28 tahun 2019 di The Opus Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11). Dalam sambutannya, Ma'ruf Amin menjelaskan alasan mengapa khilafah ditolak di Indonesia.

Dia mengatakan, khilafah bukan ditolak tetapi tertolak di Indonesia. Sebab, menurut dia, khilafah itu menyalahi kesepakatan nasional.

"Kenapa tertolak? kalau ditolak itu bisa masuk tapi ditolak. Tapi kalau tertolak memang tidak masuk. Karena apa? bukan karena Islami tidak Islami tapi menyalahi kesepakatan nasional," kata Ma'ruf di hadapan peserta SESPIMTI Polri yang dihadiri 50 orang dari Polri, 4 orang TNI AU, 4 orang TNI AD, 4 Orang TNI AD.

Dia menjelaskan hal tersebut adalah kesepakatan umat Islam yang harus dihormati. Sama seperti di Arab Saudi, khilafah kata dia sudah pasti tertolak. Sebab kata dia, di sana sistem yang disepakati adalah kerajaan.

"Jadi sebenarnya tidak perlu apa mententeng menceceng, gitu. Seperti mau perang Brata Yudha," ungkap Ma'ruf.

1 dari 1 halaman

Khilafah Menyalahi NKRI

Dia mengatakan, secara proporsional sudah menjelaskan bahwa khilafah tertolak di Indonesia karena menyalahi kesepakatan karena Indonesia adalah NKRI. Yang diartikan kata dia, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kalau itu menjadi khilafah maka menjadi tidak NKRI lagi. NKKHI. Negara Kesatuan Khilafah Indonesia," ungkap Ma'aruf.

Sebab itu kata dia, semua pihak harus meluruskan pemahaman khilafah. Sebab kata dia, bahwa Islam kita itu Islam kaffah, Islam yang utuh tapi ada nifaqnya ada kesepakatannya. Islam kaffah filnifaq kata dia yaitu kesepakatan nasional.

"Kesepakatan nasional menjadi penting untuk terus kita komitmen kebangsaan ini terus kita perkuat," ungkap Ma'ruf. [gil]

Baca juga:
Ma'ruf Amin Sebut Yunahar Ilyas Sebagai Calon Ketua Umum MUI
Ditemani Cak Imin, Ma'ruf Amin Jenguk Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas di Yogyakarta
Wapres Ma'ruf Amin: Pembangunan RS Syubbanul Bentuk Gotong Royong Semua Pihak
Kunjungi Pesantren di Jateng, Ma'ruf Berterimakasih Sudah Didukung di Pilpres
Kepada Santri di Magelang, Ma'ruf Cerita Tak Pernah Disiapkan Jadi Wapres
Ma'ruf: Santri Jangan Merasa Tak Punya Masa Depan, Gus Dur Bisa Jadi Presiden

Topik berita Terkait:
  1. Wapres Maruf Amin
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini