Wapres JK: Kejadian bom di Polsek Bontoala itu dekat rumah saya

Selasa, 2 Januari 2018 13:26 Reporter : Anggun P. Situmorang
Ledakan di Mapolsek Bontoala Makassar. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menuturkan, situasi nasional selama perayaan pergantian tahun baru umumnya cukup terkendali. Meskipun ada gangguan keamanan berupa ledakan bom di halaman Mapolsek Bontoala. Bom itu tergolong low eksplosif.

"Terkecuali di kampung saya ada sedikit bom kecil di kampung saya, di Bontoala itu," ujar Wapres JK di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (2/1).

Wapres JK mengatakan, kejadian peledakan bom tersebut tidak jauh dari tempat tinggalnya di Makassar. "Kejadian di Bontoala ini kebetulan dekat rumah saya terjadinya," jelasnya.

Seperti diketahui, Mapolsek Bontoala, Sulawesi Selatan, dilempar dengan benda yang mempunyai daya ledakan yang cukup kencang dan kuat oleh Orang Tak Kenal (OTK), sekitar pukul 03.00 Wita, Senin (1/1).

Dari ledakan tersebut, sedikitnya dua orang polisi menjadi korban ledakan yang diduga bom tersebut yaitu Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin di bagian tangan dan juga Brigpol Yudirsan di bagian paha.

Ledakan yang melukai keduanya adalah ledakan ketiga setelah pelaku meledakkan dua bom sebelumya. Ledakan pertama bunyinya tidak begitu keras dan ledakan kedua keras sehingga Kompol Rafiuddin berdiri mengecek bersama anggotanya. Saat itulah bom ketiga dilemparkan ke arah Kompol Rafiuddin dan anggotanya.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Umar Septono menegaskan ledakan yang terjadi di halaman sebelah kanan Mapolsek Bontoala, Makassar, berasal dari bom low eksplosif. Ledakan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita, Senin (1/1) dini hari tadi.

Menurutnya, bahan-bahan bom tersebut berasal dari petasan dan berisi paku, baut, dalam sebuah botol. Akibatnya, dua personel polisi mengalami luka.

"Ledakan dini hari tadi itu dari bom berkekuatan low eksplosif karena bahannya dari bahan petasan. Hanya saja meliputi komponen paku, baut, sumbu dan botol sehingga melukai dua anggota polisi yakni Kapolsek kena jari dan satu lagi kena panggulnya," kata Irjen Pol Umar Septono saat memantau langsung lokasi bersama Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.