Wapres JK: Kalau Dakwah Jangan Melebar

Kamis, 22 Agustus 2019 12:57 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres JK: Kalau Dakwah Jangan Melebar Wapres Jusuf Kalla. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengimbau kepada para dai agar menyampaikan pesan dengan damai serta tidak menimbulkan perselisihan.

"Harus menjadikan seluruh negeri ini rahmatan lilalamin. Dengan dakwah seperti itu," kata JK usai meninjau renovasi masjid Istiqlal bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Menkominfo Rudiantara, Kamis (22/8).

Dia menjelaskan setiap masyarakat berbeda tetapi tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain. Tidak ada, kata JK, masyarakat yang sama. Menurut JK berdakwah jangan sampai berlebihan.

"Cuma bagaimana dakwah itu selain itu jangan jadi melebar. Jangan sering tabrakan," kata JK.

Ustaz Abdul Somad (UAS) dilaporkan ke pihak kepolisian lantaran dianggap menistakan agama saat berdakwah soal salib. Ramai diperbincangkan, UAS enggan meminta maaf karena merasa berdakwah sesuai dengan akidah Islam.

Ustaz Somad mengatakan video yang beredar itu merupakan ceramahnya beberapa tahun silam. Saat itu, menurut dia, sedang sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di suatu masjid di Pekanbaru, Riau.

"Saya sebagai warga negara yang baik, ingin menjelaskan jangan sampai masyarakat menjadi hiruk pikuk disebabkan oleh isu media sosial bahwa ceramah saya yang diviralkan itu adalah menjawab pertanyaan bukan tema kajian, bukan inti permasalahan karena saya punya kajian di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Riau setiap subuh Sabtu, satu jam materi setelah itu tanya jawab ketika itulah ada masyarakat yang bertanya lalu saya menjawab maka video itu menjawab pertanyaan," kata Ustaz Somad.

"Bahwa itu sudah berlangsung, saya tidak lagi memberikan kajian rutin subuh setelah keliling tablig akbar, tapi itu lebih kurang tiga tahun yang lalu. Itulah yang dapat saya sampaikan," katanya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini