Wapres JK beri arahan fokus dan perhatian pengawalan jelang Asian Games 2018

Kamis, 8 Maret 2018 15:43 Reporter : Ibnu Fauzi
Rapat terbatas tentang prestasi atlet menghadapi Asian Games 20. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Pengarah didampingi Menpora Imam Nahrawi, Ketua KONI Tono Suratman, Wakil Ketua KOI Muddai Madang, CdM Indonesia Syafruddin pimpin rapat terbatas tentang prestasi atlet menghadapi Asian Games 2018, di Gedung Perjuangan dan Soliditas Atlet Asian Games 2018, Sekretariat CdM Komplek STIK-PTIK, Jalan Tirtayasa No 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/3) pagi.

Ratas yang diikuti seluruh pimpinan cabang olahraga dan komponen pendukung ini guna meningkatkan dan meraih prestasi yang besar bagi kontingen Indonesia di Asian Games mendatang. Jika dihitung mundur per hari ini Kamis (8/3) Asian Games tinggal menyisakan waktu 5 bulan 12 hari lagi.

Pada ratas tersebut juga Wapres memberikan arahan sedikitnya tiga hal penting yang terus menjadi fokus dan perhatian pengawalan. Pertama, tentang infrastruktur. Dukungan biaya yang besar diharapkan nanti menjadi warisan untuk sarana prasarana pengembangan olahraga di masa mendatang yang lebih baik. Syaratnya, pasca Asian Games harus ada event-event olahraga secara berkesinambungan.

Kedua, tentang pelaksanaan, menjadi tanggung jawab Inasgoc untuk terus mempersiapkan diri demi menjaga kehormatan bangsa. Ketiga, yang menurutnya sangat penting yaitu peran cabor untuk menggenjot kualitas para atletnya dalam mengejar capaian tertinggi prestasi dapat diraih.

Wpres JK dan Menpora Imam Nahrawi di rapat terbatas tentang prestasi atlet menghadapi Asian Games 20 2018 Merdeka.com

"Sekarang sudah ada otonomi tersendiri bahwa keuangan langsung ke cabor dengan penyaluran melalui Kemenpora. Hal ini merupakan kepercayaan sekaligus kesempatan yang diberikan pemerintah kepada cabor," tegas Wapres dalam pembuka arahan rapat.

Wapres mengingatkan pada perhelatan terakhir Asian Games di Incheon Korea Selatan Indonesia baru mampu bertengger di jajaran negara-negara Asia pada posisi 17 dengan raihan empat emas, lima perak, dan 11 perunggu. Menurutnya, hal ini suatu tugas berat yang harus diperjuangkan bila cita-cita masuk 10 besar ingin benar-benar diraih saat kesempatan emas menjadi tuan rumah, karena menurut hitung-hitungan perlu minimal 16 emas.

"Sukses prestasi merupakan ukuran capaian tertinggi. Sehebat apapun infrastruktur yang dibangun, sebaik apapun penyelenggaraan, ujungnya yang diingat kita nomor berapa, itu yang akan melekat di pikiran masyarakat hingga puluhan tahun," imbuh Wapres.

Usai rapat terbatas Menpora menambahkan bahwa persiapan Asian Games kali ini merupakan yang terbaik. Semua pihak yang terlibat seperti pelaksana, penyelenggara, pimpinan cabor, KONI, KOI dan CdM semua optimis dan semua atlet betul-betul pada posisi yang sangat siap.

"Kalau boleh diprosentase, infrastruktur 90 sampai 95 persen, atlet hampir 100 persen persiapan-persiapannya. Demikian pula dengan penyelenggaraan, semua berjalan baik dan sesuai dengan target yang diharapkan Bapak Presiden dan Wakil Presiden," tambahnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Kemenpora
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini