Wanita di Pelalawan diperkosa seminggu sebelum menikah

Sabtu, 21 Mei 2016 01:04 Reporter : Abdullah Sani
Wanita di Pelalawan diperkosa seminggu sebelum menikah Ilustrasi Pelecehan Seksual. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Satuan Reskrim Polres Pelalawan berhasil menangkap Roni Pratama, warga Desa Segati Kecamatan Langgam, karena diduga memperkosa seorang wanita inisial DW (28). ‎Padahal, pekan depan wanita itu akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya, Wel (33).

Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Herman Pelani kepada merdeka.com Jumat (20/5) mengatakan, perbuatan itu dilakukan pelaku di rumah korban, di sebuah desa kecamatan Langgam kabupaten Pelalawan,Riau.

Pelaku (Roni) mendatangi rumah korban Selasa (17/5) sekitar pukul 15.00 wib, ketepatan di rumah hanya ada korban dengan calon suaminya Wel.

Modusnya, Roni menanyakan keberadaan orangtua yang kebetulan tidak ada di rumah. Setelah itu, Roni yang melihat pacar korban berada di dalam rumah menanyakan surat nikah mereka.

"Karena memang belum menikah, korban dan pacarnya tak dapat menunjukan surat yang diminta," ucap Herman.

Kemudian Roni mengajak pacar korban ke luar dari rumah itu dengan alasan tidak baik bagi pasangan yang belum menikah berduaan di dalam rumah.

"Setelah pacar korban pergi, pelaku kembali mendatangi rumah korban yang pada saat itu sedang sendirian," imbuh Herman.

Setelah masuk ke dalam rumah, pelaku langsung menarik tangan korban dan membawanya ke kamar. Korban yang sadar akan diperkosa berusaha melawan dan berteriak. Namun apa daya, mulut korban dibekap dan diancam akan dibunuh oleh Roni.

Roni sempat mengambil parang dan gancu untuk mengancam korban.‎ Tak kuasa melawan paksaan Roni, korban akhirnya diperkosa di dalam kamar tersebut. Usai memperkosa korban, dengan entengnya Roni meminta maaf dan mengaku khilaf melakukan perbuatan bejat tersebut.

"Korban memberitahukan kejadian yang dialaminya kepada pacar dan keluarganya. Kemudian kasus tersebut dilaporkan ke polisi," kata Herman.

Setelah menerima laporan korban, polisi pun melacak keberadaan pelaku dan mengejarnya. Alhasil, pelaku berhasil ditangkap tanpa perlawanan. "Saat ini, pelaku sudah kita amankan untuk proses hukum selanjutnya," pungkas Herman. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini