Wamenag: Indonesia Berdiri di Belakang Perjuangan Palestina

Minggu, 9 Mei 2021 15:05 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wamenag: Indonesia Berdiri di Belakang Perjuangan Palestina Bentrokan warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al Aqsa. ©REUTERS/Ammar Awad

Merdeka.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi prihatin atas kekerasan yang terjadi di komplek masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Tindakan kekerasan polisi Israel terhadap warga Palestina khususnya umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa.

Wamenag menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan yang sangat keji dan bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

"Tindakan membubarkan ribuan jamaah yang menggelar salat tarawih di masjid Al-Aqsa untuk menyambut Lailatul Qadar, malam paling suci di bulan Ramadan, adalah perbuatan yang sangat keji dan bentuk pelanggaran hak asasi manusia," katanya dalam pesan singkat, Minggu (9/5).

Tindakan pengusiran terhadap warga Palestina yang bermukim di kawasan Sheikh Jarrah, sebelah timur Yerusalem merupakan bentuk kesewenang-wenangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dia menegaskan sikap pemerintah Indonesia atas kekerasan yang terjadi terhadap warga Palestina.

"Bangsa Indonesia selalu berdiri di belakang perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh hak sebagai negara dan bangsa yang merdeka dan berdaulat," katanya.

Indonesia selalu menentang segala bentuk penjajahan di muka bumi. Sebab tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.

"Saya mengajak kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk terus memberikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina dan mendoakan mereka, semoga Allah SWT segera menurunkan pertolongan dan memberikan keselamatan bagi warga Palestina," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bentrokan terjadi antara demonstran Palestina dengan polisi Israel di luar Kota Tua Yerusalem tadi malam saat ribuan jemaah Masjid Al-Aqsa sedang beribadah untuk memperingati malam Lailatul Qadar.

Para pemuda Palestina melempari polisi Israel dengan batu, menyalakan api dan menggulingkan barikade di jalan yang menghalangi jemaah memasuki gerbang Kota Tua. Polisi Israel membalas dengan melepaskan granat dan meriam air untuk membubarkan mereka.

Laman Al Arabiya melaporkan, Minggu (9/5), sedikitnya 53 orang luka, kata Bulan Sabit Merah Palestina. Polisi Israel mengatakan sedikitnya satu anggota mereka luka.

Kekerasan kian sering terjadi belakangan ini di bulan suci Ramadan dipicu kemarahan warga Palestina yang terusir dari rumah mereka lantaran masuknya para pemukim Yahudi.

Di Jalur Gaza ratusan pemuda Palestina berkumpul di perbatasan Israel. Militer Israel menyebut massa melemparkan ban yang terbakar dan kembang api ke arah tentara mereka.

"Kami salut dengan jemaah Al-Aqsa yang menentang arogansi Zionis dan kami menyerukan rakyat Palestina mendukung semua saudara mereka," kata Musa Abu MArzuk, pemimpin kelompok Hamas di Gaza dalam akun Twitternya.

Israel mengatakan mereka mengerahkan aparat keamanan untuk mengantisipasi bentrokan di Yerusalem, Tepi Barat, dan Gaza setelah sehari sebelumnya terjadi peristiwa serupa di Masjid Al-Aqsa.

Seorang pejabat Palestina mengatakan Mesir kini sedang berupaya membuka dialog dengan kedua pihak bertikai untuk mencegah kekerasan lebih lanjut.

Jumat kemarin polisi Israel melepaskan tembakan peluru karet dan granat ke arah para pemuda Palestina yang membalas dengan lemparan batu di kawasan Kuil Bukit, tempat suci bagi muslim dan Yahudi.

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 18 polisi Israel terluka dalam kejadian itu hingga menuai kecaman dari dunia internasional.

Pada malamnya bentrokan kembali terjadi di daerah Yerusalem Timur di kawasan Sheikh Jarrah setelah sejumlah keluarga Palestina diusir dari rumah mereka karena kalah dalam kasus pengadilan sehingga mereka harus menyerahkan tanah dan rumah mereka ke orang Yahudi. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini