Wali Kota Solo Setuju Wacana Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD

Kamis, 21 November 2019 11:32 Reporter : Arie Sunaryo
Wali Kota Solo Setuju Wacana Pemilihan Kepala Daerah Melalui DPRD FX Hadi Rudyatmo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendapatkan tanggapan pro dan kontra. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) yang juga Ketua DPC PDIP Solo termasuk yang setuju dengan rencana tersebut.

"Kalau saya setuju. pilkada tidak langsung atau melalui DPRD bisa mencegah tindakan korupsi kepala daerah," katanya, Kamis (21/11).

Pilkada langsung seperti saat ini, dia menilai, membuat calon kepala daerah menghabiskan banyak anggaran. Terutama untuk biaya kampanye. Akibatnya, saat menang dan menjabat, mereka mencari pendapatan lain secara ilegal. Apalagi gaji yang didapatkan tak sesuai dengan pengeluaran.

"Sekarang ini gaji kepala daerah sekitar Rp6 juta, ditambah pendapatan lain resmi sekitar Rp100 juta. Jumlah itu untuk sosial saja kurang . Kalau jadi bupati atau wali kota tapi tidak punya komitmen dan jiwa melayani ya pasti korupsi," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Pemilihan Langsung Habiskan Banyak Uang

Rudy mencontohkan, dalam sepekan ia bisa menghadiri belasan kali acara hajatan warga. Belum lagi tak sedikit warga yang meminta bantuan secara pribadi. Baik untuk pelunasan biaya sekolah maupun pelunasan biaya rumah sakit misalnya. Kondisi tersebut membuat ia harus menyiapkan anggaran cukup besar.

"Kalau Pilkada 2015 kemarin saya tidak mengeluarkan modal banyak. Kalau saksi itu kan harus dibayar, tap yang bayar kan partai," terangnya.

Dia menambahkan, dalam hal pengawasan Pilkada lewat DPRD lebih mudah. Jika melalui DPRD, pengawasan jika terjadi money politic juga lebih mudah.

"Saya jamin mereka tidak berani melakukan korupsi, karena kalau ditangkap saber pungli juga berat kok," terangnya.

Rudy tak menampik, peluang korupsi masih ada walaupun dilakukan Pilkada tidak langsung. Ia mengusulkan agar kepala daerah pilihan DPRD yang korupsi dihukum mati.

"Kalau pilihan dari DPRD masih ada yang korupsi, jangan dihukum penjara tapi hukum mati biar kapok," pungkasnya. [fik]

Baca juga:
Polemik Pilkada Asimetris Usulan Mendagri Tito Karnavian
Dukung Evaluasi Pilkada Langsung, Ridwan Kamil Usulkan Digital Voting Seperti India
Soal Evaluasi Pilkada Langsung, Wapres Ma'ruf Minta Dengarkan Pendapat Publik
DPR akan Kaji Usulan Mendagri Tito Karnavian Soal Pilkada Asimetris
Politikus PKS Nilai Ide Pilkada Asimetris Mendagri Tito Prematur

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini