Wali Kota Depok Batalkan Pembukaan Kembali Mal Pada 5 Juni 2020

Kamis, 4 Juni 2020 20:33 Reporter : Nur Fauziah
Wali Kota Depok Batalkan Pembukaan Kembali Mal Pada 5 Juni 2020 Walikota Depok Mohammad Idris saat meninjau Mal Detos. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pusat perbelanjaan di Depok batal dibuka kembali pada 5 Juni 2020. Pasalnya, hingga kini angka reproduksi efektif (RT) di Depok masih di atas 1. Bahkan Depok masuk dalam level 3 penyebaran Covid19 di Jawa Barat. Dengan kategori level tersebut maka Depok masih dalam kategori cukup berat.

Seluruh pengelola mal di Depok sudah melakukan banyak persiapan untuk membuka kembali. Karena sebelumnya Wali Kota Depok menyebut mal bisa dibuka kembali pada 5 Juni 2020.

"Paling cepat pembukaan mal 16 Juni. Secara umum mereka sudah siap. Karena persiapan mereka besok (Jumat) sudah dibuka, tapi ternyata belum bisa. Kita melihat tren dari reproduksi efektif bisa di bawah 1," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris ketika meninjau kesiapan mal di Detos bersama Polres Metro Depok dan Kodim 0508/Depok, Kamis (4/6).

Sedangkan untuk restoran dan rumah makan sudah bisa buka pada Jumat (5/6). Tapi untuk toko-toko di luar mal baru bisa dibuka Senin (16/6).

"Tahapannya seperti itu. PSBB selesai hari ini (Kamis), besok (Jumat) perekonomian UMKM sudah menggeliat untuk memasarkan hasil produksi, toko dan rumah makan bisa dengan memerhatikan Protokol kesehatan, senin baru toko2 di luar mal," paparnya.

Pengelola restoran perlu memperhatikan standar protokol kesehatan. Serta memperhatikan jumlah pengunjung yang masuk ke dalam. Pengunjung diperbolehkan makan di tempat (dine in) namun dengan jumlah tertentu dan protokol kesehatan yang berlaku. "Boleh (dine in) tapi nanti protokol kesehatan," ucapnya.

Sementara itu, Mall Director Depok Town Square (Detos) Sutikno Pariyoto mengatakan, secara umum pengelola sudah siap beroperasi kembali. Namun pihaknya tidak berani untuk buka besok sebelum ada instruksi dari Pemkot Depok.

"Saya juga berharap bukanya juga besok gitu tanggal 5 Juni, ya minimal tanggal 8 Juni gitu. Mungkin dia (walikota) lihat kondisi DKI juga yang minus harus satu agak repot juga, kalau nggak ada izin dari wali kota," katanya yang juga Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Depok itu.

Pihaknya sudah melakukan persiapan untuk memantau jumlah pengunjung yang masuk nantinya. Jika sudah melebihi kuota maka alat deteksi akan menunjukkan sinyal tertentu. "Kita ada deteksinya. Kalau sudah melebihi kuota yang seharusnya maka langsung merah (alat deteksi)," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini