Walhi Kecam Diksi 'Hajar' oleh Jokowi Saat Pidato di Sentul

Selasa, 16 Juli 2019 13:58 Reporter : Yunita Amalia
Walhi Kecam Diksi 'Hajar' oleh Jokowi Saat Pidato di Sentul Jokowi-Maruf Sampaikan Pidato Visi Indonesia. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Pidato Presiden terpilih 2019-2024 Joko Widodo menuai reaksi protes dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Penggunaan diksi 'hajar' oleh Jokowi dalam pidatonya dinilai hanya meningkatkan kerentanan terhadap kelompok masyarakat pejuang lingkungan.

Koordinator politik Walhi, Khalisah Khalid menjelaskan, protes yang disampaikan Walhi berkaca pada pemerintahan sebelumnya, baik masa orde baru atau reformasi. Masyarakat yang mempertahankan sekaligus memperjuangkan hak lingkungan hidup acap kali dianggap sebagai penghambat investasi. Tak sedikit pula keadaan tersebut berujung konflik.

"Selama ini para pejuang lingkungan hidup kerap mendapat stigma sebagai kelompok orang yang menghambat investasi dan pembangunan," ujar Khalisah, Jakarta, Selasa (16/7).

Tidak hanya diksi hajar, ia juga menyayangkan arahan Jokowi terhadap menteri berkaitan dalam hal ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan Kepala Daerah untuk 'menutup mata' saat memberikan izin investasi.

Arahan tersebut menurutnya bertolak belakang dari semangat Jokowi yang menggaungkan penyelesaian konflik agraria dan sumber daya alam berlangsung.

"Hal ini juga bertentangan dengan semangat mengeluarkan kebijakan permanen menyelamatkan manusia dan lingkungan hidup Indonesia," tukasnya.

Jokowi dianggap terus mengeskploitasi investasi yang mana itu dilakukan dengan nilai besar dan pelakunya adalah korporasi besar, dengan mengesampingkan rakyat pinggiran.

"Semuanya senafas untuk memuluskan kepentingan investasi dan komidifikasi tanah," tandasnya. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini