Walhi Aceh: Banjir bandang di Aceh akibat illegal logging

Selasa, 4 November 2014 09:50 Reporter : Afif
Walhi Aceh: Banjir bandang di Aceh akibat illegal logging

Merdeka.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh menilai banjir bandang melanda wilayah Aceh di beberapa kabupaten setelah hujan lebat turun selama dua hari, ini karena faktor illegal logging yang masih marak terjadi tanpa ada upaya yang menghentikan.

Staf Walhi Aceh, Yusriadi, mengatakan banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar dan juga longsor di Gunung Kulu dan Paro akibat dari perambahan hutan besar-besaran.

Sehingga serapan air saat hujan lebat tidak ada. Akibatnya pohon dan kontur tanah menjadi labil dan konsekuensinya adalah longsor dan juga terjadi banjir bandang seperti terjadi saat ini.

"Ini banjir dan terjadi longsor karena ada praktik illegal logging terjadi di gunung tersebut, ini sangat berbahaya, makanya terjadi banjir dan longsor," tukas Yusriadi, Selasa (4/11) saat dihubungi.

Yusriadi mencontohkan meluapnya air sungai di Desa Krueng Kulu, Geuteut dan Lam Peujen di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, merupakan contoh nyata praktik illegal logging masih marak terjadi. Pasalnya, ia yang konsen berbicara lingkungan kerap mendapati adanya perambahan hutan tanpa aturan.

"Di daerah itu saya memang kerap mendapati adanya aktivitas illegal logging selama ini," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Pemerintah Aceh segera bertindak untuk memberantas praktik illegal logging guna mengantisipasi agar ke depan tidak terjadi lagi banjir bandang.

"Pemerintah setelah ini harus segera bertindak untuk mengatasinya, praktik illegal logging harus dipotong mata rantainya, kalau tidak tunggu bencana akan datang lebih besar lagi," ujarnya. [mtf]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini