KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Walau jarang muncul di Tanah Abang, H Lulung sangat disegani

Jumat, 2 Agustus 2013 15:29 Reporter : Agib Tanjung
Kantor Haji Lulung. ©2013 Merdeka.com/Ahmad Ragridio

Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang lebih dikenal dengan sebutan Haji Lulung belakangan ramai diperbincangkan. Sebabnya, politikus PPP ini saling bersitegang dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tanah Abang.

Nama Lulung memang cukup terkenal di kawasan Pasar Tanah Abang. Kabarnya, ketenaran Lulung karena berbagai bisnis jasa keamanan dan parkir yang dijalankannya khusus di wilayah Tanah Abang.

Hari ini, Jumat (2/8), merdeka.com coba mendatangi kembali sebuah gedung yang disebut-sebut sebagai utama dari berbagai bisnis Haji Lulung. Tempat ini berada di dalam kompleks ruko, Jl Tembusan Fachrudi Nomor 2, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kantor empat lantai tersebut di paling pojok kompleks. Untuk menuju ke tempat itu, akses yang dilalui hanya satu, yaitu sebuah gerbang yang terdapat pos keamanan. Ada satu orang berperawakan tua duduk di depan pos tersebut. Wajahnya sama sekali tak bersahabat dan memandang penuh curiga pada setiap orang yang mendatangi kantor Haji Lulung.

Meski ada dua sepeda motor terparkir, tidak terlihat aktivitas apa pun di ruko itu. Tak ada juga yang bisa ditemui di tempat itu. Suasana kompleks ruko cukup sepi, namun banyak mobil-mobil yang terparkir di sana.

Hanya ada seorang pekerja yang sedang mencuci mobil. Pria tersebut membenarkan bahwa tempat itu adalah milik Haji Lulung. Namun pria yang mengaku bernama Apung (28) ini, terkesan enggan ditanyai hal-hal yang berbau tentang Haji Lulung.

"Emang iya (kantor Haji Lulung), tapi kurang tau juga ya, cuma kantor bagian hukum-hukum gitu," kata Apung saat ditemui merdeka.com.

Pria asal Tangerang ini mengaku sudah lama bekerja di kompleks ruko tersebut. Dia mengaku hanya sebagai sopir tembak dan tukang cuci mobil panggilan.

Apung menambahkan, kantor milik Haji Lulung tersebut sudah berdiri sejak 5-6 tahun yang lalu. Ia pun mengaku tak tahu menahu tentang pemberitaan bahwa Haji Lulung sedang melaksanakan ibadah umroh.

"Kantornya ada lah udah sekitar 5-6 tahunan. Tapi kurang paham saya kalau dia lagi umroh. Nggak pernah ke sini juga, saya mah jarang lihat," jawab Apung singkat.

Dedi (50) tukang parkir di dekat kantor Haji Lulung juga tak ingin berbicara banyak soal sosok Haji Lulung. Pria berambut putih ini hanya membenarkan Haji Lulung orang yang disegani di daerah Tanah Abang dan mengurusi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di pasar.

"Kalau membekingi (PKL) nggak tahu, kalau sebagai pengurus iya. Satpam keamanan-keamanan di PKL ngerti semua lah sama Pak Lulung," ujar Dedi.

Saat ditanya lebih mendalam soal bisnis jasa keamanan Haji Lulung, Dedi mulai acuh. Sambli meninggalkan lokasi, dia mengaku tak tahu menahu tentang kantor Haji Lulung.

"Jarang ke sini, jarang kayaknya. Nggak pernah lihat saya," tutupnya singkat.

Sebelumnya, Haji Lulung sendiri telah membantah dirinya yang membekingi PKL Tanah Abang hingga mereka menolak ditertibkan.

"Saya ini orang lama di Tanah Abang, tapi coba tanya, siapa pun yang di sana, apa pernah Haji Lulung memeras, apa pernah Haji Lulung masuk penjara? Kalau mau disebut preman ya nggak apa-apa," papar Lulung.

Jawaban ini agak bertolak belakang dengan pengakuan pedagang yang mengakui lahan usaha di Pasar Tanah Abang dikuasai Haji Lulung.

"Ya emang di sini yang nguasai Tanah Abang H Lulung. Mulai dari keamanan, parkir dan lainnya. Dia kan lahir di sini dan dulu juga jawara juga," ujar salah satu pemilik kios pulsa di Jalan Jati Baru, Tanah Abang. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.