Wakil Presiden China akan Hadiri Pelantikan Presiden Jokowi

Jumat, 20 September 2019 13:03 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wakil Presiden China akan Hadiri Pelantikan Presiden Jokowi Jokowi bertemu pejabat China di Istana Bogor. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pejabat perwakilan dari China mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas terpilih kembali memimpin Indonesia. Wakil Menteri Luar negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir menjelaskan Wakil Presiden Tiongkok akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2014.

"Kita sudah menyampaikan ada wakil presiden Tiongkok yang akan menghadiri pelantikan presiden pada 20 oktober. Presiden mengatakan akan merasa terhormat kalau dihadiri oleh wakil presiden Tiongkok," kata Fachir usai melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Bara, Jumat (20/9).

Fachir menjelaskan hal tersebut adalah bentuk kerja sama yang baik antara Indonesia dan China. Dalam hal ini China memberikan perhatian khusus salah satunya menghadiri pelantikan.

"Tiongkok memberikan perhatian lebih baik menunjukkan hubungan yang sangat penting dan strategis antara Tiongkok dengan Indonesia," ungkap Fachir.

Perkuat Kerjasama Bidang Ekonomi

Dalam pertemuan di Istana Bogor, Presiden Jokowi membahas peningkatan kerjasama di bidang ekonomi dengan penasihat hubungan luar negeri Presiden RRT/Anggota Komisi Urusan Luar Negeri RRT, Y.M Song Tao, didampingi Direktur Jendral, Biro I IDCPC, Mme Sun Haiya, Duta Besar RRT untuk RI Y.M Xiao Qian.

"Untuk investasi bapak Presiden menyampaikan harapan, Tiongkok juga melihat peluang kerja sama melakukan produksi yang bisa berorientasi ekspor. Jadi secara bersama-sama kerja sama investasi untuk orientasi ekspor. Baik itu ke Afrika mungkin ke timur tengah bahkan ke Amerika," kata Fachir.

Terkait investasi, Jokowi berharap ada kerja sama yang baik dalam bidang infrastruktur. Termasuk kata dia, sinergi dalam bidang maritim. "Secara khusus Presiden berharap mudah-mudahan kerja sama bidang perdagangan ini bisa mengurangi dampak dari defisit Indonesia dengan Tiongkok," kata Fachir. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini