Wakil Ketua DPRD DKI disebut ubah raperda sesuai keinginan Podomoro

Kamis, 23 Juni 2016 18:53 Reporter : Wisnoe Moerti
Wakil Ketua DPRD DKI disebut ubah raperda sesuai keinginan Podomoro M Taufik dukung Ahok lengser. ©2015 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Direktur Utama PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta dengan agenda dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kamis (23/6). Ariesman didakwa menyuap anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra Mohamad Sanusi sebesar Rp 2 miliar terkait pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) Reklamasi Pantai Utara Jakarta.

JPU dari KPK Ali Fikri menuturkan, Ketua badan Legislasi Daerah M Taufik mengubah konsep Raperda RTRKSP untuk memenuhi permintaan Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Mohamad Taufik membaca disposisi Basuki T Purnama pada 10 Maret 2016, lalu meminta Dameria Hutagalung sebagai Kasubbag Raperda DPRD DKI Jakarta mengubah penjelasan pasal 110 ayat 5 huruf (c) yang semula berbunyi 'cukup jelas' menjadi ketentuan pasal 111 ayat (5) huruf c dengan kalimat penjelasan 'yang dimaksud dengan kewajiban tambahan kontribusi adalah kewajiban yang disepakati dalam perjanjian kerja sama antara pemda dan pemegang izin reklamasi dalam rangka penataan kembali daratan Jakarta terkait dengan pelaksanaan konversi kewajiban konstruksi'. "Lalu menyampaikannya kepada Sanusi," kata JPU KPK Ali Fikri, seperti dilansir Antara.

Padahal, kata JPU, itu belum disepakati Balegda dan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro yang ditugaskan Ariesman mengikuti perkembangan pembahasan raperda, menghubungi Sanusi melalui telepon dan memberitahukan bahwa Taufik, Ahok serta Saefullah sudah membahas nilai kontribusi tetap 5 persen dalam bentuk tanah, tambahan kontribusi adalah 15 persen dari NJOP kontribusi yang 5 persen, bukan dari NJOP keseluruhan tanah yang dijual.

Sanusi kembali meyakinkan Trinanda bahwa raperda sudah mengakomodasikan kepentingan Ariesman pada 16 Maret 2016, melalui pembicaraan telepon. Atas penjelasan tersebut Sanusi lalu memerintahkan staf pribadinya Gerry Prastia untuk meminta uang kepada Ariesman melalui Trinanda.

Uang diberikan dua kali yaitu Rp 1 miliar pada 28 Maret 2016 yang diserahkan di SPBU Pertamina Jalan Panjang dan pada 31 Maret 2016 sebesar Rp 1 miliar di FX Mall Senayan.

Untuk diketahui, terdakwa Ariesman Widjaja meminta adik M Taufik yang juga anggota Balegda DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi agar tidak mencantumkan kontribusi tambahan sebesar 15 persen dari nilai Jual Objek Pajak (NJOP) total lahan yang dapat dijual dalam Ranperda tentang RTRKSP Jakarta dengan imbalan uang sebesar Rp 2,5 miliar. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini