Waketum BPN Prabowo-Sandi diperiksa polisi terkait hoaks Ratna Sarumpaet

Senin, 15 Oktober 2018 14:25 Reporter : Ronald
Waketum BPN Prabowo-Sandi diperiksa polisi terkait hoaks Ratna Sarumpaet Demo mahasiswa di Polda Metro Jaya. ©2018 Merdeka.com/Ronald

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Hari ini pukul 13.00 WIB, yang bersangkutan (Nanik) sudah hadir dan sedang diperiksa ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (15/10).

"Surat panggilan itu hari Jumat (12/10)," sambungnya.

Kedatangan Nanik luput dari awak media. Kata Argo, Nanik sudah hadir dan tengah diperiksa oleh penyidik.

Lanjut Argo, ada beberapa pertanyaan yang akan disampaikan oleh penyidik kepada Nanik. Terutama prihal pertemuan Nanik dan aktivis Ratna Sarumpaet.

"Materi soal kegiatan pertemuan yang terjadi antara Nanik dan RS. Kita kroscek keterangan dia, intinya itu," pungkasnya.

Demonstran minta polisi periksa Fadli dan Fahri

Sementara itu di depan gedung Polda Metro Jaya, Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 (Jari 98)' dan 'Mahasiswa Anti Hoaks' melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Polda Metro Jaya.

"Kita dari Mahasiswa Anti Hoaks mendesak Polda Metro Jaya tangkap pelaku peenyebar hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ini Polda Metro Jaya harus serius menyikapinya, apa yang diucapkan Ratna Sarumpaet sudah memecah belah, itu yang tidak inginkan," ujar seorang orasi perwakilan Mahasiswa Anti Hoaks, di lokasi, Senin (15/10).

Selain itu, dia juga meminta kepolisian bersifat profesional dan penuh tanggung jawab dalam menuntaskan kasus ini. Di mana meminta Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dan Fahri Hamzah diperiksa.

"Kita minta periksa Fadli Zon, Fahri Hamzah dan lainnya. Makanya pihak penyidik untuk jeli melihat kasus ini. Kehadiran kita minta Polda dan seluruh penyidik yang dikembangkan undangan-undang diproses sebagai peraturan yang berlaku," ujarnya.

"Amien Rais dan kawan-kawan harus turut diperiksa," sambungnya.

Selain itu massa dari Jari 98, merasa aneh atas Ratna meminta maaf kepada calon wakil presiden nomor urut 02 itu yang telah dibohongi. Seharusnya, kata perwakilan Jari 98, Ratna meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Pertanyaan, kenapa Ratna harus minta maaf kepada Prabowo dan Fadli Zon. Ia seharusnya memindahkan maaf kepada masyarakat dan rakyat Indonesia," tegasnya.

Senada dengan Mahasiswa Anti Hoaks, Jari 98 meminta kepolisian tuntaskan kasus ini.

"Kita meminta kepada Polda Metro Jaya memanggil seluruh nya, jangan biarkan sembunyi di partai. Kalau kita teriak Fadli Zon, Prabowo, hoaks. Penyebar hoaks partai Gerindra," ujarnya.

Dalam aksi ini, beberapa perwakilan telah diterima kepolisian. Kata seorang perwakilan, polisi berjanji akan menuntaskan kasus ini.

"Kita udah diterima oleh Polda Metro Jaya. Kasus ini tak akan berhenti di Ratna Sarumpaet," ujar seorang orator Jari 98. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini