Wakapolri siapkan 1.000 personel antisipasi balas dendam teroris

Minggu, 5 April 2015 04:35 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Wakapolri siapkan 1.000 personel antisipasi balas dendam teroris Badrodin Haiti. ©2014 merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Badrodin Haiti, telah menyiapkan 1.000 personel di daerah Poso. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi aksi balas dendam dari simpatisan dan kelompok teroris, terkait tewasnya Daeng Koro, salah satu gembong teroris yang dicari di Indonesia.

Badrodin memerintahkan seluruh personel tersebut untuk menggelar Operasi Camar Maleo, yang bertugas menangkap kelompok teroris dan memutus jaringannya.

"Kita meningkatkan pengamanan di tempat-tempat tertentu dan meminta masyarakat lebih berwaspada," kata Badrodin seperti dilansir antara, Sabtu (4/4)

Calon Kapolri ini menyebutkan, Operasi Camar Maleo, sebelumnya telah dilakukan sejak 26 Januari 2015 lalu. Badrodin melanjutkan, dirinya akan memperpanjang Operasi Maleo tersebut dan menambahkan jumlah personel kepolisian, mengingat kelompok teroris kian terdesak.

"Dari hasil operasi sejak Januari, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata, bahan peledak, peluru, dan beberapa peralatan elektronik. Polisi juga menangkap enam orang yang merupakan jaringan kelompok teroris di Kabupaten Poso," jelasnya.

Badorodin mengungkapkan, Saat ini polisi terus mengejar kawanan teroris yang diduga masih berada di perbukitan di Kabupaten Parigi Moutong. Menurutnya, kawanan teroris yang selama ini bersembunyi di hutan tersebut telah membunuh tiga warga sipil.

"Berdasarkan keterangan saksi, aksi pembunuhan tersebut didasari dendam atas tertangkapnya enam orang sebelumnya," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Baku tembak antara Densus 88 dan kelompok teroris di Pegunungan Sakina Jaya, Sulawesi Tengah pada Jumat (3/4) menyebabkan satu orang kelompok teroris tewas. Disebut-sebut korban tewas adalah Daeng Koro, salah satu gembong teroris yang dicari di Indonesia.

Mendengar kabar tersebut, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti, langsung menuju RS Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu malam, untuk memastikan apakah teroris tersebut adalah Daeng Koro, yang merupakan kelompok Santoso.

"Secara fisik jenazah tersebut mirip DK (Daeng Koro) tapi kita akan melakukan tes DNA untuk memastikan hal itu," kata Badrodin. [siw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini