Wakapolri pastikan teroris yang tewas tertembak adalah Daeng Koro

Minggu, 5 April 2015 01:31 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Wakapolri pastikan teroris yang tewas tertembak adalah Daeng Koro Ilustrasi Teroris. ©shutterstock.com/Marijus Auruskevicius

Merdeka.com - Baku tembak antara Densus 88 dan kelompok teroris di Pegunungan Sakina Jaya, Sulawesi Tengah pada Jumat (3/4) menyebabkan satu orang anggota kelompok teroris tewas. Disebut-sebut korban tewas adalah Daeng Koro, salah satu gembong teroris yang dicari di Indonesia.

Mendengar kabar tersebut, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti, langsung menuju RS Bhayangkara Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu malam, untuk memastikan apakah teroris tersebut adalah Daeng Koro, yang merupakan kelompok Santoso.

"Secara fisik jenazah tersebut mirip DK (Daeng Koro) tapi kita akan melakukan tes DNA untuk memastikan hal itu," kata Badrodin, seperti dilansir antara, Sabtu (4/4).

Badrodin melanjutkan, untuk memastikan bahwa jenazah adalah Daeng Koro, pihak kepolisian kini telah berusaha menjemput keluarga yang berada di Desa Malino, Kabupaten Morowali, untuk dimintai keterangan dan dicocokkan hasil DNA-nya.

"Saat ini keluarga sedang dijemput, untuk menindaklajuti kebenaran identitas korban," jelasnya.

Badrodin mengatakan Polri saat ini terus meningkatkan pengejaran kelompok teroris karena mereka telah meresahkan dan mengganggu masyarakat. Dia menambahkan kelompok teroris yang saat ini masih dikejar aparat terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing dipimpin oleh Santoso dan Daeng Koro.

"Daeng Koro memiliki anak buah sekitar 12 orang, sedangkan Santoso memimpin anak buah yang berjumlah sekitar 20 orang. Saya minta kelompok teroris tersebut menyerahkan diri karena ada sejumlah kasus kriminal yang harus dipertanggungjawabkan," lanjutnya.

Saat melakukan pengejaran terhadap terduga teroris tersebut polisi berhasil mengamankan 300-an butir peluru berbagai jenis, tiga senjata api laras panjang, telepon genggam, alat penentu lokasi (GPS), penyimpan energi sinar matahari (solar cell), belasan baterai, bendera ISIS, senjata tajam, dan pecahan bom rakitan. [siw]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini