Wakapolri: Latihan perang TNI di Poso mudahkan perburuan teroris

Minggu, 5 April 2015 02:32 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Wakapolri: Latihan perang TNI di Poso mudahkan perburuan teroris Ilustrasi Teroris. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Kepala Polri Komjen Pol Badrodin Haiti menilai latihan perang yang dilakukan TNI sejak 31 Maret hingga 15 April 2015 di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah, mempermudah Polri mengejar kelompok teroris pimpinan Santoso dan Daeng Koro.

Badrodin mengatakan latihan perang yang melibatkan sekitar 3.000 anggota TNI tersebut membuat kelompok teroris yang dipimpin Santoso dan Daeng Koro menghindar ke tempat yang lebih terpencil.

Latihan perang TNI tersebut dilakukan di sekitar Gunung Biru, Kabupaten Poso, yang dikenal sebagai lokasi persembunyian kelompok sipil bersenjata. Saat latihan perang, TNI meluncurkan beberapa roket ke arah Gunung Biru.

Badrodin mengaku Polri sudah mengantisipasi langkah kelompok teroris yang menyingkir dari wilayah-wilayah latihan TNI. TNI pun melakukan penyekatan di beberapa lokasi di Kabupaten Poso dan wilayah perbatasan.

"Ini terbukti berhasil, dan telah menangkap dua terduga teroris," kata Badrodin, seperti dikutip Antara, Sabtu (4/4).

Tak lupa Badrodin berterima kasih kepada TNI yang menggelar latihan perang di Kabupaten Poso. Hal ini dinilai Badrodin meringankan tugas Polri dalam memburu para teroris.

Dia mengatakan, koordinasi antara Polri dan TNI harus semakin ditingkatkan guna menumpas gerakan radikal di Kabupaten Poso dan sekitarnya.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyatakan latihan perang TNI itu adalah kegiatan rutin tahunan yang lokasinya bisa di mana saja. "Latihan ini tidak untuk menangkap kelompok teroris, tapi kalau ketemu mereka, ya, diminta menyerah atau ditembak," katanya saat berkunjung ke Palu. [siw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini