Wakapolda soal pejabat Polri diminta mundur: Desmond mewakili siapa?

Jumat, 7 Juli 2017 13:46 Reporter : Ronald
Desmond Junaidi Mahesa. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa mendesak pimpinan Polri mundur jika kasus pelaporan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep dihentikan. Desmond melihat kasus pelaporan Kaesang Pangarep adalah ujian independensi bagi Polri.

Menanggapi desakan Desmond, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Suntana mempertanyakan ungkapan Desmond tersebut. Apakah merupakan pribadi, atau resmi sikap partai atau Komisi III DPR.

"Dia mewakili siapa?" kata Suntana di Mapolda Metro Jaya, Jumat (7/7).

Suntana menegaskan kembali, kalau kepolisian bekerja dengan profesional. Sehingga, tak kan ada intervensi dari pihak manapun, meskipun Kaesang anak presiden.

"Kan ada proses hukum sesuai dengan aturan dan ada lembaga sendiri yang menilai profesional dan tidak profesionalnya polisi dalam menangani kasus," katanya.

Sebelumnya, Desmond J Mahesa mengatakan, polisi harusnya memproses kasus tersebut. Jika tidak, dia berharap, seluruh pejabat Polri mundur saja menjadi penegak hukum.

"Kalau enggak ada tindakan terhadap anaknya Jokowi, berarti sudah saatnya pimpinan Polri ini disuruh mundur semua. Untuk membuktikan polisi objektif atau tidak dalam penegakan hukum," kata Desmond di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/7).

Desmond mengatakan, sebetulnya kasus pelaporan terhadap Kaesang merupakan sebuah ujian bagi kepolisian. Menurut dia, polisi kerap menetapkan seseorang sebagai tersangka ujaran kebencian.

"Itu kan menguji hukum jalan enggak? Kita lihat polisi hari ini kan, suka-suka menetapkan orang ujaran-ujaran kebencian. Ya kita tunggu polisi. Polisi kita ini benar apa enggak? Kan itu intinya," kata Desmond. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini