Wagub Djarot akui Jakarta masih dijajah kemiskinan dan kebodohan

Selasa, 16 Agustus 2016 20:31 Reporter : Anisyah Al Faqir
Wagub Djarot akui Jakarta masih dijajah kemiskinan dan kebodohan Kepadatan penduduk Jakarta. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat merasa wilayahnya perlu ada perbaikan dan penambahan sebagai wujud kemerdekaan. Jakarta sebagai ibu kota sejauh ini masih dijajah kemiskinan dan pembodohan. Sehingga tidak heran banyak warga tinggal di kolong jembatan.

"Begitu saya masuk dulu ke sini pertama kali, masih banyak warga kita yang tinggal di kolong-kolong jembatan. Kebanjiran yang terus menerus. Makanya kita berikan subsidi kepada mereka," kata Djarot di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (16/8).

Djarot mengakui, masih banyak pekerjaan rumah harus diselesaikan pemerintah pusat dan daerah. Sehingga sinergi ini diharapkan mampu memerdekakan warga DKI Jakarta dari kemiskinan juga kebodohan.

"Kita belum bisa seperti itu. Maka harus kita jawab, sekarang saatnya membebaskan warga Jakarta dari itu, dari bentuk penjajahan baru dari kebodohan, kemiskinan, dan kumuh terus menerus, itu satu," ungkapnya.

Bekas wali kota Blitar itu juga mempunyai pemahaman sendiri terkait makna kemerdekaan. Dia merasa setiap warga berhak berekspresi dan melakukan inovasi.

"Kemerdekaan itu kalau menurut saya mampu berekspresi melakukan inovasi dan berbuat yang terbaik. Bagi saya pribadi mewujudkan cita-cita membangun Jakarta lebih baik," terangnya. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini