Viral WN Rusia Berpose Telanjang saat Menunggangi Gajah, Ini Tanggapan Dispar Bali

Selasa, 23 Februari 2021 16:29 Reporter : Moh. Kadafi
Viral WN Rusia Berpose Telanjang saat Menunggangi Gajah, Ini Tanggapan Dispar Bali Ilustrasi sosial media. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Peshkova

Merdeka.com - Seorang perempuan warga negara (WN) Rusia bernama Alesya Kafelnikova yang juga merupakan influencer berpose telanjang saat menunggangi gajah di kawasan wisata Kabupaten Gianyar, Bali. Hal tersebut usai video diunggah oleh Alesya pada Sabtu (13/02) lalu, namun saat ini di akun Instagram pribadinya @kafelnikova_a, unggahan itu telah hilang atau diduga dihapus.

Video yang menampilkan Alesya telanjang di atas gajah itu berdurasi kurang dari 3 detik. Video itu juga sempat viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Alesya Kafelnikova adalah puteri mantan petenis nomor satu dunia Yevgeney Kafelnikov.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa mengatakan, bahwa apa yang dilakukan oleh warga asing itu bertentangan dengan norma dan kearifan budaya lokal Bali.

"Tanggapan saya, selaku Kadis Pariwisata tentu tidak sesuai dengan konsep pariwisata budaya Bali. Artinya, itu bertentangan dengan norma, kearifan lokal, apalagi telanjang di share ke media sosial tidak sesuai," kata Astawa saat dihubungi, Selasa (23/2).

"Bukan pariwisata seperti itu yang kita inginkan. Pariwisata Bali adalah pariwisata budaya yang sangat menghormati nilai-nilai kearifan lokal dan norma-norma sesuai dengan budaya Bali," imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa selama ini pihaknya bersama stakeholder lainnya sudah kerap melakukan sosialisasi tentang norma dan budaya kepada wisatawan asing yang akan ke Bali, agar menghormati budaya Bali.

"Terus kita lakukan itu, baik melalui stakeholder pariwisata kita, tapi wisatawan yang datang ke Bali itu kan orangnya berganti-ganti bisa sama bisa berganti-ganti. Sehingga tidak pernah putus meningkat pengetahuan tentang kearifan lokal yang berlaku sesuai dengan norma kita di Bali," jelasnya.

Dia juga menyebutkan, bahwa dengan adanya peristiwa tersebut pihaknya secara internal akan melakukan standarisasi bagi para guide, hotel dan transportasi agar pariwisata di Bali lebih baik dan tidak ada peristiwa yang sama terjadi.

"Tentu secara internal yang harus kita lakukan adalah melalui proses standarisasi semua, selain kita juga meningkatkan sosialisasi tentang peraturan daerah," ujar Astawa.

Sementara Surya Dharma selaku Humas Kanwil Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Bali dikonfirmasi menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya belum bisa memberikan statement terkait hal tersebut.

Namun pihaknya akan menelusuri tentang kejadian tersebut dan akan berkoordinasi pada pihak Imigrasi di Bali. "Kita belum bisa mengeluarkan statemen. Coba kita kordinasikan dulu dengan imigrasi," ujar Surya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini