Viral Video Polisi di Tana Toraja Minta Polri Dibersihkan, Ini Kata Polda Sulsel

Jumat, 2 Desember 2022 15:05 Reporter : Ihwan Fajar
Viral Video Polisi di Tana Toraja Minta Polri Dibersihkan, Ini Kata Polda Sulsel Tangkapan layar video Polisi di Tana Toraja Minta Institusi Polri dibersihkan. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Video pengakuan personel Bhabinkamtibmas di Kecamatan Bongga Karadeng, Tana Toraja, Aipda Aksan soal bobroknya institusi Polri viral di media sosial. Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menyebut anggotanya itu membuat video karena kecewa dimutasi dari Polres Palopo ke Tana Toraja.

Akun TikTok @Pa Clara St yang mengunggah seorang anggota polisi yang mengaku bernama Aksan, anggota Binmas Polres Toraja. Dia minta Kapolri membersihkan Polri dari mafia.

Menurutnya, Polri sekarang semakin tidak karuan. Kata dia, dari awal sudah tidak bagus. Semisal dari sisi penerimaan, dia menyebut masuk Polri harus bayar. Mau pindah posisi juga harus bayar. Dia juga menyebutkan praktik dugaan korupsi di Polres Palopo, seperti pemotongan anggaran.

2 dari 3 halaman

Pernah Ditangani Propam

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulsel Komisaris Besar Komang Suartana membenarkan video personel Polri yang viral merupakan anggota Bhabinkamtibmas Bongga Karadeng, Polres Tana Toraja. Ia menyebut pengakuan Aipda Aksan itu merupakan asumsi dan tidak ada bukti.

"Pernyataan dia itu asumsi dan tidak ada bukti. Itu kekecewaan dia dengan Kapolres Palopo sebelumnya (AKBP Alfian Nurnas) karena dimutasi ke Toraja," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (2/12).

Komang mengatakan keputusan mutasi terhadap Aipda A karena dilaporkan telah mempreteli sepeda motor dinas. Bahkan, Aipda A pernah ditangani Propam Polres Palopo.

"Jadi Aipda A ini sebelumnya diperiksa oleh Propam Polres Palopo karena mempreteli sepeda motor dinas. Namun dimutasi ke Polres Tator sehingga penanganan perkaranya dilimpahkan ke Polres Tator," bebernya.

Komang menambahkan berdasarkan putusan sidang disiplin Propam Polres Tana Toraja, Aipda A mendapatkan sanksi penundaan pendidikan selama enam bulan.

"Perbuatan Aipda A yang telah membuat rekaman video opini negatif tentang institusi Polri dan tersebar di media sosial tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Sudah Minta Maaf

Komang juga mengungkapkan Aipda A telah membuat video klarifikasi dan permintaan maaf. Dalam video klarifikasi tersebut Aipda A mengaku sejak awal tidak ada keinginan menyebarnya. Ia mengaku video yang viral tersebut dirinya kirimkan kepada dua rekannya yang bertugas di Polres Palopo.

"Sebenarnya saya tidak ada niat utk menyebarkan video itu, karena saya mengirimkan video itu ke dua rekan saya," ujar Aipda A.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf karena video tersebut viral di media sosial (medsos). "Saya pribadi minta maaf kalau video tersebar di medsos Saya minta maaf," sebutnya.

Baca juga:
Menko PMK Minta Polri Tertibkan Warga Ganggu Pelayanan Penanggulangan Bencana Cianjur
Cantiknya Ipda Mesya Ananda di Hari Wisuda S2, Kenakan Songket Palembang
Momen Langka RW Johar Baru di Kursi Jenderal Bintang Dua Polri 'Beda dari yang Lain'
Polisi Bekuk Dua Pria di Lombok Tengah saat Transaksi Sabu di Sawah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini