Viral Pelihara Satwa Dilindungi, Bupati Badung Langsung Serahkan Owa Siamang ke BKSDA

Rabu, 15 September 2021 14:37 Reporter : Moh. Kadafi
Viral Pelihara Satwa Dilindungi, Bupati Badung Langsung Serahkan Owa Siamang ke BKSDA Tangkapan layar video Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memelihara owa siamang, Rabu (15/9). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menjadi sorotan setelah mengunggah video dirinya memelihara kera hitam atau owa siamang. Aksinya merupakan pelanggaran karena satwa itu dilindungi undang-undang.

Video diunggah akun istagramnya @giri.prasta dan menjadi viral di media sosial, Rabu (15/9). Dalam captionnya tertera, "Hari ini sudah dua bulan umurnya mimi, yuk kita latih berdiri dan jalan."

Dalam video yang berlatar belakang kolam renang itu, Giri Prasta juga mengenalkan kera hitam itu. "Halo guys ini namanya mimi, jadi kita rawat dia dengan baik, kita sudah beri obat semua dan sekarang saat dia saya ajarkan untuk berjalan. Ini dia nanti berjalan dekat kita, saya rawat dengan baik, mantap..mantap, sehat selalu," katanya dalam video itu.

Setelah menjadi perhatian, video itu menghilang dari akun @giri.prasta. Dia bahkan dilaporkan langsung menyerahkan satwa dilindungi itu ke Balai Beras Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bali.

Kepala BBKSDA Bali R Agus Budi Santosa menyatakan, Giri Prasta telah menyerahkan seekor owa siamang atau Symphalangus syndactylus. "Bertempat di kantor Balai KSDA Bali pada hari ini menerima penyerahan satwa dilindungi Undang-Undang oleh I Nyoman Giri Prasta," kata Santosa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/9).

Owa siamang yang diserahkan berjenis kelamin betina dengan umur 2 bulan. Satwa ini dilindungi Undang-Undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Selanjutnya, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, owa siamang itu akan dilepasliarkan ke habitat aslinya di Provinsi Sumatera Barat.

"Terlebih dahulu dilakukan rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Owa di Kalaweit Sumatera Barat. Sebelum dilaksanakan translokasi satwa tersebut ke Provinsi Sumatera Barat, terlebih dahulu dilaksanakan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa satwa tersebut dalam kondisi sehat," ujarnya.

"Satwa owa siamang ini adalah salah satu satwa yang dilindungi undang-undang. Untuk itu masyarakat yang memiliki atau merawat agar menyerahkan atau melaporkan kepada Balai KSDA Bali," ujar Santoso.

Kendati begitu, pihak BKSDA Bali belum merespons pertanyaan awak media terkait dari mana dan sudah berapa lama Giri Prasta memperoleh owa siamang itu. Mereka juga tidak menjawab saat ditanya mengenai sanksi atas pelanggaran yang telah dilakukan. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini