Viral Pelanggar Lalin di Bekasi Hindari Polisi Militer Lalu Tertangkap Polantas

Selasa, 3 September 2019 14:50 Reporter : Adi Nugroho
Viral Pelanggar Lalin di Bekasi Hindari Polisi Militer Lalu Tertangkap Polantas viral pelanggar lalin di Bekasi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah video Operasi Patuh Jaya di Kabupaten Bekasi viral di media sosial. Video melalui rekaman CCTV itu menampilkan seorang pengendara sepeda motor yang melanggar peraturan lalu lintas mencoba menghindar dari hadangan petugas, tapi ujung-ujungnya pengendara itu 'tertangkap'.

Video yang diunggah oleh akun instagram Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi pada Senin (2/9) dipost ulang oleh beberapa akun instagram, dan dilihat lebih dari 50.000 netizen. Adapun lokasi razia berada di depan Terminal Cikarang.

Dalam rekaman video itu, pengendara sepeda motor berupaya belok ke kanan untuk menghindari razia polisi. Tapi, pengendara sepeda motor yang membonceng seorang perempuan tak memakai helm itu dihadang oleh anggota Polisi Militer.

Tak mau berhenti, pengendara tersebut tetap tancap gas. Ia tak dapat berkutik ketika dihadang polisi, sehingga harus menepikan kendaraannya. Penumpang yang dibonceng memakai kerudung tampak terlihat diam. Sedangkan, pria yang membonceng lalu mengikuti polisi yang menghentikannya.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Kartono membenarkan razia tersebut. Menurut dia, setiap melakukan razia pihaknya selalu melibatkan POM TNI, Provost, dan Anggota Dinas Perhubungan wilayah setempat.

"Setiap hari rata-rata ada 350 terjaring razia karena melanggar peraturan lalu lintas," kata Kartono ketika dikonfirmasi pada Selasa (3/9).

Selama Operasi Patuh Jaya, kata dia, ada hal-hal penting bagi pengemudi dan pengguna jalan yang harus dijalankan. Mulai dari sadar bahwa dirinya wajib mentaati aturan dengan penuh kesadaran, perlu belajar road safety (berperan aktif upaya-upaya membangun lalu lintas yang aman selamat tertib & lancar, peduli dan mengutamakan keselamatan akan keselamatan para penumpang, cek and richek kesiapan operasional kendaraan bermotornya.

Di dalam grup komunitas pengemudi harus memiliki spirit membangun budaya tertib, memahami P3K dan masalah-masalah emergency lalu lintas, membantu polisi ketika ada masalah-masalah kemacetan atau kecelakaan, tidak parkir atau ngetem sembarangan, hindari konflik anarkisme, mabuk atau ugal-ugalan, dan tak melakukan tabarak lari. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini