Viral Nilai Tes CPNS Nol, Ini Penjelasan Kejagung

Kamis, 6 Januari 2022 18:03 Reporter : Bachtiarudin Alam
Viral Nilai Tes CPNS Nol, Ini Penjelasan Kejagung Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. ©2021 Antara

Merdeka.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan klarifikasi perihal hasil psikotes dan kesehatan diberi nilai nol dalam pengumuman kelulusan CPNS Kejaksaan. Nilai nol menurut Kejagung sebagai tanda tidak lulus. Sementara untuk yang lulus nilainya 1.

Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer menjelaskan, angka 0 pada pengumuman kelulusan seleksi CPNS Kejaksaan RI pada dasarnya bukanlah merupakan nilai capaian untuk sub tes yang bersifat menggugurkan seperti tes psikotes, kejiwaan maupun Kesehatan. Dia menjelaskan, dalam sub tes tersebut, nilai yang ada hanyalah nilai 0 dan 1.

[rnd]

Baca juga:
Ini Tahapan yang Perlu Disiapkan Usai Lolos CPNS dan PPPK KKP
Cek Hasil Pengajuan Sanggahan CPNS 2021 di Sini

Dimana 0 merupakan kode bagi peserta yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Sedangkan 1 merupakan kode bagi peserta yang Memenuhi Syarat (MS).

"Berbeda halnya dengan sub tes yang memiliki bobot atau yang bukan bersifat menggugurkan seperti wawancara, CAT, Kesamaptaan, Beladiri ataupun Praktek Kerja, range penilaiannya adalah angka 0-100," kata Leonard dalam keterangannya, Kamis (6/1).

Leonard menegaskan,sejak pengumuman awal seleksi CPNS Kejaksaan pada tanggal 30 Juni 2021, sub tes-sub tes yang dilakukan di Kejaksaan RI telah secara terbuka dijelaskan kepada seluruh calon pelamar. Bahwa komponen penilaian seleksi terdiri dari sub tes yang memiliki bobot nilai dan ada yang bersifat menggugurkan, yakni Psikotes, Kejiwaan dan Kesehatan.

2 dari 2 halaman

"Dimana tiga sub tes yang bersifat menggugurkan mutlak diperlukan dalam rangka menjaring calon pegawai Kejaksaan RI yang sesuai dengan tugas dan fungsinya selaku penegak hukum, yang tidak hanya memerlukan kecerdasan secara intelektual, namun juga didukung dengan kesiapan mental, potensi, psikis, maupun Kesehatan jiwa serta Kesehatan fisik yang mumpuni," jelas Leonard lagi.

Dalam rangka menjamin obyektifitas, kata dia, penunjukkan tim konsultan SDM yang menjalankan psikotes dan tes kejiwaan dilakukan secara lelang terbuka melalui lelang elektronik. Sehingga independensinya terjaga.

Sedangkan tes Kesehatan, diselenggarakan secara serentak di rumah sakit-rumah sakit daerah yang selanjutnya dinilai secara terpusat oleh Tim Dokter Independen Kejaksaan.
“Sehingga meminimalisir terjadinya kecurangan,” katanya.

Baca juga:
Ini Tahapan yang Perlu Disiapkan Usai Lolos CPNS dan PPPK KKP
Cek Hasil Pengajuan Sanggahan CPNS 2021 di Sini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini