Viral Ibu Hamil Ditandu, Gubernur Banten Akui Jalan di Lebak Jelek-Jelek

Kamis, 5 November 2020 15:31 Reporter : Dwi Prasetya
Viral Ibu Hamil Ditandu, Gubernur Banten Akui Jalan di Lebak Jelek-Jelek Ibu hamil di Lebak ditandu karena jalan rusak. Istimewa

Merdeka.com - Video ibu hamil di Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten ditandu karena kondisi jalan rusak, menjadi viral dan menuai banyak komentar netizen. Video tersebut diunggah oleh Badry Aldiansyah warga Kecamatan Cihara di akun Facebook miliknya. Diketahui Ibu hamil di video tersebut bernama Tiyah.

Tidak lama setelah mengunggah video tersebut, Badry dibawa ke kantor polisi pada Selasa (3/11) malam, dengan alasan untuk menghindari terjadinya keributan karena terjadi pro kontra terkait video yang diunggahnya.

Menangapi hal itu, Gubernur Banten, Wahidin Halim enggan berkomentar banyak, karena jalan tersebut merupakan kewenangan Kabupaten Lebak dan bukan Pemprov.

"Ditandu karena jalan di Lebak jelek jelek. Ya, tanya Bupatinya," kata Wahidin usai rapat paripurna di DPRD Banten, Kamis (5/11).

Menurut Wahidin, pemeliharaan jalan desa tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten.

"Itu kan jalan desa jalan Kabupaten bukan jalan provinsi. Ya itu kesalahannya," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Badry diamankan polisi usai mengunggah video ibu hamil ditandu karena jalan rusak.

AKP Rohidi Kapolsek Panggarangan mengatakan posting-an video yang menyinggung kepala desa itu memicu sedikit kegaduhan di antara masyarakat. Akhirnya di kampung tersebut dilakukan musyawarah untuk menghindari keributan.

"Akhirnya sekitar jam 22.30 WIB, kepala desa Barunai, Hasan membawa ke polsek untuk menghindari keributan. Sekitar jam 16.00 WIB tadi sore (kemarin) Badrudin sudah musyawarah. Situasi aman terkendali," kata Rohidi.

Sementara itu, Kepala desa Barunai, Hasan, mengatakan pengunggah video tersebut bukan ditahan tetapi diamankan untuk menghindari terjadi keributan di desa.

"Itu bukan ditahan, karena di antara posting-an itu sangat banyak pro kontra. Setelah diamankan sudah tidak ada apa-apa, dari pada terjadi kejadian yang lain. Saya sebagai kepala desa sudah musyawarah dan sudah tidak ada masalah apa-apa,"ujarnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini