Varian Omicron, Pakar Sarankan RI Perketat Skrining Bukan Tutup Pintu Masuk

Minggu, 28 November 2021 17:35 Reporter : Supriatin
Varian Omicron, Pakar Sarankan RI Perketat Skrining Bukan Tutup Pintu Masuk Sosialisasi Penerapan PPKM Level 3 untuk Natal dan Tahun Baru. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah menutup sementara pintu masuk bagi warga dari sejumlah negara Afrika. Kebijakan ini untuk mencegah masuknya varian B.1.1.529 atau Omicron.

Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health Griffith University Australia Dicky Budiman menilai, kebijakan ini tidak efektif mencegah masuknya Omicron. Justru cenderung mengucilkan sejumlah negara Afrika.

"Bukannya didukung malah dikucilkan. Ini yang salah dan jangan heran pandemi ini akan berlarut-larut," katanya, Minggu (28/11).

Menurut mantan Kepala Kerjasama Bilateral Kesehatan Kementerian Kesehatan ini, menutup pintu masuk bagi negara yang mendeteksi Omicron memperburuk situasi pandemi Covid-19. Ke depan, negara yang menemukan varian baru tak mau melaporkan ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) karena takut dikucilkan.

"Nanti Indonesia juga bisa mengalami ketika Indonesia misalkan melaporkan varian dikucilkan, enggak enak. Salah juga dunia melakukan itu. Di masa pandemi ini kita melihat begitu buruknya kolaborasi dunia, bukan hanya masalah vaksin, tapi juga merespons adanya negara yang terdampak," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Perkuat Perbatasan

Dicky berpendapat, pemerintah seharusnya memperketat skrining di pintu masuk pelaku perjalanan internasional untuk mencegah varian Omicron, seperti pemeriksaan PCR hingga wajib karantina tujuh hari. Selain itu, meningkatkan whole genome sequencing dalam negeri, testing dan tracing, mempercepat vaksinasi, hingga protokol kesehatan 5M.

5M yang dimaksud ialah memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

"Yang kita harus lakukan sekali lagi, memperkuat dan memantapkan komitmen, konsistensi dari respons pandemi ini," tutupnya.

Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkum HAM) menutup sementara pintu bagi sejumlah negara Afrika untuk masuk ke Indonesia.

Keputusan itu tertuang dalam Surat Edaran Ditjen Imigrasi bernomor IMI-0269.GR.01.01 TAHUN 2021 dan diteken Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Imigrasi, Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana pada 27 November 2021.

"Penangguhan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi warga negara Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria," tulis edaran tersebut.

Edaran itu juga berisi penolakan sementara bagi warga negara asing (WNA) yang sempat tinggal atau bertandang ke sejumlah negara Afrika tersebut untuk memasuki wilayah Indonesia.

"Penolakan masuk sementara ke wilayah Indonesia bagi orang asing yang pernah tinggal dan/atau mengunjungi wilayah Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sebelum masuk wilayah Indonesia," sebut edaran itu.

Ketentuan-ketentuan itu dikecualikan bagi orang asing yang akan mengikuti pertemuan terkait Presidensi Indonesia dalam G20.

Aturan itu mulai berlaku pada Senin, 29 November 2021 besok. "Surat edaran ini berlaku pada tanggal 29 November 2021 dan akan dievaluasi lebih lanjut," tulis ketentuan dimaksud. [rnd]

Baca juga:
Mengenal Omicron, Varian Baru Covid-19 yang 500 Persen Lebih Menular
Kata Kemendag soal Keputusan WTO Tunda Konferensi Jenewa karena Ada Varian Omicron
Australia Konfirmasi Kasus Covid-19 Varian Omicron Pertama
Pakar: WHO Kelompokkan Varian Omicron Dalam Kategori Kewaspadaan Tinggi
Israel Tutup Perbatasan untuk Semua Warga Asing karena Munculnya Covid Varian Omicron
WTO Tunda Konferensi di Jenewa karena Adanya Covid-19 Varian Omicron

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini