Vaksinasi Massal di Medan Picu Kerumunan, Petugas Tutup Pendaftaran

Kamis, 3 Juni 2021 18:43 Reporter : Uga Andriansyah
Vaksinasi Massal di Medan Picu Kerumunan, Petugas Tutup Pendaftaran Vaksinasi massal di Lanud Soewondo Medan picu kerumunan. ©2021 Merdeka.com/uga andriansyah

Merdeka.com - Vaksinasi massal yang diperkirakan diikuti lebih dari seribu orang digelar di Lanud Soewondo, Kota Medan, Kamis (3/6). Namun, vaksinasi yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Medan itu malah menimbulkan kerumunan.

Petugas yang berada di lokasi vaksinasi sempat kewalahan untuk mencegah kerumunan di meja registrasi.

Petugas telah memberikan imbauan kepada masyarakat yang mengikuti vaksinasi massal tersebut agar menjaga jarak. Namun, upaya petugas tak digubris para peserta vaksinasi.

Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution, sempat ikut mengingatkan warga agar mencegah kerumunan. Pemkot Medan pun akan melakukan evaluasi pelaksanaan vaksinasi massal yang baru hari pertama dilaksanakan.

"Ini kami dibantu TNI-Polri, oleh karena itu penerapan protokol kesehatan ini terus dilakukan dengan baik. Antusiasme warga sangat tinggi. Ini sangat baik bagi masyarakat Kota Medan agar tercapai herd immunity-nya dan protokol kesehatan di luar sudah kami terapkan," kata Bobby, Kamis (3/6).

Kendati telah diperingatkan untuk mencegah timbulnya kerumunan. Namun, kerumunan di lokasi vaksinasi itu tetap terjadi. Bobby berkomitmen untuk mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi dan jumlah peserta nantinya akan dibatasi.

"Akan dilakukan pembatasan. Yang kami lihat tadi, jika masih ada kerumunan akan dibatasi," ujar Bobby.

Untuk menghindari kerumunan lebih parah, petugas kemudian menutup sementara akses masuk ke lokasi. Warga yang tak sempat mendapatkan giliran diminta datang besok hari.

Sementara, salah satu relawan Lapor Covid-19, Amanda Tan, mengatakan antusias masyarakat untuk mendapat vaksinasi merupakan hal wajar. Namun jika proses vaksinasi malah menjadi potensi baru terjadinya penularan Covid-19 ini merupakan bentuk pelanggaran. Apalagi, vaksinasi itu justru digelar oleh pemerintah.

"Harusnya ada sistem pendataan di mana warga yang dijadwalkan untuk vaksinasi di hari itu diberikan slot waktu yang jelas, sehingga tidak akan terjadi kerumunan," ujar Amanda.

Lanjutnya, pelanggaran seperti terjadinya kerumunan kerap terjadi karena ada kelalaian sistem. Kondisi ini justru menjadi potensi masyarakat akan menjadi korban.

"Antusiasme warga menurut kami sangat wajar, mengingat vaksin ini masih diburu oleh semua orang untuk mendapatkan keselamatan diri. Hanya perlu mekanisme penjadwalan yang baik," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini