Vaksinasi di Jateng, Banyak Tenaga Kesehatan Tidak Datang hingga Server Bermasalah

Kamis, 14 Januari 2021 19:39 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Vaksinasi di Jateng, Banyak Tenaga Kesehatan Tidak Datang hingga Server Bermasalah Tenaga Kesehatan Jalani Vaksinasi Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sebanyak 61 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Semarang batal divaksinasi Covid-19 karena mempunyai riwayat kondisi kesehatan tidak stabil. Mereka yang belum mendapatkan vaksinasi nantinya dijadwalkan ulang menunggu sampai kondisi normal.

"Dari 601 nakes yang daftar ulang, ada 70 nakes yang tidak hadir tanpa konfirmasi. Sedangkan yang sudah divaksin 470 nakes. 61 nakes ditunda karena terdeteksi darah tinggi, darah rendah, dan yang jelas nanti akan dilayani dikemudian hari," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/1).

Dia menyebut untuk 70 nakes yang kedapatan tidak hadir saat vaksinasi sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi. Nantinya nakes yang tidak datang penyuntikan vaksin akan diklarifikasi dulu alasan kemungkinan mereka berhalangan.

"Jadi yang jelas akan kita klarifikasi dulu kenapa tidak datang saat divaksin. Bila alasan tidak bisa dipertanggungjawabkan nanti kita melakukan upaya tindakan persuasif, dan edukatif," ujarnya.

Sedangkan dalam pelaksanaan vaksinasi terdapat dua nakes yang mengalami efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Adapun dua orang tersebut mengalami nyeri dan pusing pada kepalanya setelah menjalani vaksinasi.

"Dua orang nakes tadi mengalami efek samping gejala ringan. Keluhan mereka lengan yang disuntik mengalami nyeri, kemeng-kemeng. Ada yang pusing. Itu biasanya gejalanya muncul penderita lama, gejala ringan, sudah diatasi, dan sudah sembuh," ungkapnya.

Sementara itu dalam proses vaksinasi di Kabupaten Semarang, tenaga kesehatan belum bisa dilakukan vaksinasi karena jaringan server mengalami kendala.

"Para nakes tidak bisa daftar ulang untuk menentukan fasilitas kesehatan dikarenakan jaringan eror. Untuk Kabupaten Semarang hari ini hanya pencanangan terdapat 6 pejabat yang divaksinasi," jelasnya.

Sedangkan di Kota Solo dari 330 nakes yang divaksin, ada 18 orang yang ditunda karena tidak memenuhi syarat. Pihaknya mengklaim akan ada pelayanan setiap hari bahkan bisa berbulan-bulan.

"Vaksinasi yang sudah terjadwal, orangnya harus hadir. Kalau tidak hadir di-reschedul bisa, tapi harus melalui prosedur," kata dia. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini