Benarkah Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Diprediksi Baru Selesai 10 Tahun?

Minggu, 7 Februari 2021 15:29 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Benarkah Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Diprediksi Baru Selesai 10 Tahun? Vaksin Massal Nakes di Istora. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Bloomberg melansir data studi yang menghitung waktu penyelesaian program vaksinasi Covid-19 di beberapa negara. Termasuk di Indonesia.

Berdasarkan perhitungannya dengan data vaccination rate Indonesia per 4 Februari 2021, yakni 60.000 per hari, maka Indonesia diprediksi baru akan menyelesaikan program vaksinasi selama kurang lebih 10 tahun.

Untuk diketahui, cara menghitung vaccination rate yakni membagi jumlah sasaran yang sudah divaksinasi dengan jumlah jumlah pelaksanaan vaksinasi.

Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Windhu Purnomo mengatakan, prediksi 10 tahun itu bila vaccination rate di Indonesia terus berada di angka 60.000.

"10 tahun itu kalau vaccination rate-nya seperti sekarang ini yang sangat rendah. Sekarang ini masih bisa diterima kalau vaccination rate kita masih rendah, mudah-mudahan nanti segera meningkat. Hitungan Bloomberg/John Hopkins/Straits Times, kita nanti cuma mampu 2 kali dari sekarang kecepatannya," kata Windhu saat dihubungi merdeka.com, Minggu (7/2).

Windhu menjabarkan perhitungan prediksi tersebut. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per 4 Februari 2021, jumlah orang yang sudah disuntik vaksin dosis pertama yaitu 700.266 orang.

Langkah pertama harus dilakukan yakni menghitung vaccination rate. Cara menghitungnya yakni membagi jumlah orang yang sudah divaksin dengan waktu pelaksanaan vaksinasi.

Seperti yang diketahui, vaksinasi pertama di Indonesia dimulai pada 13 Januari 2021, sehingga samapi 4 Februari, terhitung 23 hari pelaksanaan vaksinasi.

"Kalau kita anggap saja semua sudah mendapatkan 2 dosis, berarti jumlah vaksin yang sudah disuntikkan sebanyak 1.400.532 dosis. Jadi vaccination rate-nya, 1.400.532 dosis dibagi 23 hari, yakni 60.892 dosis per hari," terangnya.

Kemudian, untuk menghitung waktu vaksinasi dari perhitungan jumlah sasaran vaksinasi dibagi vaccination rate. Dikalikan jumlah sasaran dengan 2 dosis, dan mengalikan vaccination rate dengan jumlah hari dalam satu tahun. Sebab, pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dilakukan nonstop setiap hari tanpa hari libur.

Dengan jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statstik (BPS) terbaru, yakni 271.349.889 jiwa maka 75 persen penduduk menjadi sasaran vaksinasi sekitar 203.512.416 jiwa. Karena setiap orang mendapatkan 2 dosis, maka jumlah sasaran vaksinasinya menjadi 407.024.000.

"407.024.000 sasaran dibagi (60.892 x 2 dosis x 365 hari) Maka sekitar 9 tahun tahun lebih," kata Ahli Kesehatan Masyarakat itu.

Windhu sebenarnya yakin vaccination rate Indonesia bisa meningkat. Sebab, Kemenkes terus menambah jumlah vaksinator. Pada bulan Maret mendatang, Kemenkes RI berencana menambah jumlah vaksinator menjadi 81 ribu. Sehingga Windhu yakin, vaccination rate di Indonesia bisa meningkat 2 hingga 3 kali lipat dari saat ini.

"Jumlah vaksinator sebanyak 80.000 sudah cukup, jadi tinggal menunggu pasokan vaksinnya saja. Kalau macet, ya bisa sangat lama selesainya," kata Windhu

Menurut Windhu, meskipun Kemenkes menambah jumlah vaksinator namun dosis vaksinnya tidak ditambah, maka vaccination rate tidak akan bertambah. Sebagai informasi, Kemenkes sebelumnya mengungkapkan bahwa pada bulan Februari ini, tersedia 4,7 juta dosis vaksin.

"Vaccination rate itu tergantung 2 hal, ketersediaan vaksin dan jumlah vaksinator. Jadi kalau vaksinatornya banyak, tapi vaksinnya tidak ada, terus apa yang disuntikkan? Kita kan punya ketergantungan supply vaksin dari luar negeri. Sebab produsen vaksin dan produksinya masih sedikit, padahal demandnya sangat tinggi," kata dia.

Dia optimis, dengan jumlah vaksinator sebanyak 81 ribu, vaccination rate di Indonesia bisa meningkat. Waktu penyelesaian vaksinasi bisa kurang dari 10 tahun. Sebab, kemampuan vaksinasi setiap vaksinator dalam sehari bisa 40 kali. Meskipun

"Saya sih optimis, (akan) lebih dari itu vaccination rate-nya, tapi tidak seoptimis presiden yang menurut saya sangat utopis kalau berharap 1 tahun bisa selesai mencakup 70 persen penduduk," tutupnya.

Seperti diketahui, total sasaran vaksin di Indonesia yakni 181.554.465 orang. Jumlah vaksinasi pun meningkat setiap harinya. Data terakhir per 6 Februari lalu, tercatat sebanyak 777.096 tenaga kesehatan di Indonesia sudah menerima vaksin tahap 1. Angka tersebut sudah mencakup 49,66 persen dari total sasaran nakes penerima vaksin, yakni sekitar 1.593.620 orang. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini