Utamakan Konservasi, Jokowi Ingin Turis ke Pulau Komodo Dibatasi

Kamis, 11 Juli 2019 15:24 Reporter : Merdeka
Utamakan Konservasi, Jokowi Ingin Turis ke Pulau Komodo Dibatasi Jokowi di Labuan Bajo. ©Liputan6.com/Lizsa Egeham

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan pemerintah akan melakukan pembenahan dan pembangunan fasilitas di kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut Pulau Komodo nantinya akan dibuat lebih eksklusif, sehingga jumlah pengunjung dibatasi.

Hal ini dikatakan Jokowi usai mengunjungi Pulau Rinca, yang termasuk Taman Nasional Komodo, Kamis (10/7). Dia menilai hal ini dilakukan lantaran pemerintah memprioritaskan konservasi serta menjaga ekosistem komodo.

"Kita ingin nanti misalnya Pulau Komodo betul-betul lebih ditujukan untuk konservasi. Sehingga turis di situ betul-betul kita batasi, ada kuota, bayarnya mahal. Kalau enggak mampu bayar enggak usah ke sana. Misalnya seperti itu, tapi mau lihat Komodo juga masih bisa di Pula Rinca," ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan bahwa dalam mengembangkan sektor pariwisata, juga harus mempertimbangkan daya dukung. Dia ingin Taman Nasional Komodo yang masih alami, memprioritaskan aspek lingkungan.

"Enggak mungkin kita buka, silakan silakan. Ndak ada seperti itu, ini adalah Taman Nasional. Jadi urusan lingkungan itu juga harus menjadi kalkulasi, menjadi hitungan," jelasnya.

Dia mengatakan pemerintah akan menyiapkan desain besar untuk membatasi antara kawasan konservasi dan pariwisata di Taman Nasional Komodo. Namun, menurutnya, yang terpenting adalah desain pembenahan tersebut dapat saling terhubung antara satu destinasi wisata satu dengan lainnya.

"Ini rancangan besar ini yang sebentar lagi akan kita buatkan rapat terbatas sehingga betul-betul grand desainnya itu betul-betul sambung antara Labuan Bajo, Pulau Rinca, Pulau Komodo, lautnya, semuanya," ucap dia.

Mantan Wali kota Solo itu meminta agar pembenahan kawasan Taman Nasional Komodo tak dikerjakan sepotong-potong. Sebab, dia ingin pembenahan tersebut dapat terintegrasi, mulai dari wisatawan tiba di Bandara hingga menuju lokasi destinasi wisata.

Jokowi sendiri menargetkan pembenahan tersebut rampung 2023. Dia menilai bahwa hal tersebut adalah pekerjaan besar. Karena saat ini pemerintah juga tengah membangun hotel serta landasan pacu atau runway di Bandara Komodo.

"Dua tahunan, dua tahun-tiga tahun maksimal. Ini karena pekerjaan besar ya. Airport pas runway-nya jadi, hotel-hotel mulai jadi, di sini (Taman Nasional Komodo) juga jadi," tutur Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini