Usut korupsi haji, KPK periksa Chairun Nisa

Rabu, 13 Agustus 2014 12:01 Reporter : Wahid Chandra Daulay
Usut korupsi haji, KPK periksa Chairun Nisa Chairun Nisa diperiksa KPK. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melengkapi berkas penyidikan kasus dugaan korupsi dana penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2012-2013. Hari ini, penyidik KPK memeriksa mantan anggota Komisi II DPR dari fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa, sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali (SDA).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SDA," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (13/8). Keterkaitan Chairun Nisa dalam kasus ini karena sebelum di Komisi II dirinya pernah menjadi anggota Komisi VIII yang bermitra dengan Kementerian Agama.

Chairun Nisa yang menjadi terpidana dalam kasus suap bekas ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar ini tiba jam 10.00 WIB. Saat dicecar pertanyaan, dia bungkam dan langsung masuk menuju lobi KPK.

Selain Chairun Nisa, penyidik KPK juga memanggil dua orang pihak swasta, Noer Muhammad Iskandar dan Saleh Badegil. Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk kasus yang sama.

Dalam kasus ini, KPK sudah memeriksa beberapa saksi termasuk keluarga SDA, pejabat Kemenag, kalangan anggota DPR serta kolega dan kerabat SDA di Partai Persatuan Pembangunan. Pemeriksaan beberapa saksi itu untuk mendalami penyimpangan penyelenggaraan haji dan penyidikan mengenai permainan sisa kouta haji yang diperuntukkan untuk orang-orang dekat SDA.

SDA diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini