Usut kasus suap DPID, KPK kembali periksa Fahd A. Rafiq

Selasa, 19 Maret 2013 11:10 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Usut kasus suap DPID, KPK kembali periksa Fahd A. Rafiq Fahd El-Fouz. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi hari ini kembali memeriksa Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, dalam kasus suap pengurusan Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah. anak kandung almarhum A. Rafiq itu diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

"Fahd diperiksa sebagai saksi buat tersangka HAS," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, lewat pesan singkat, Selasa (19/3).

Fahd yang juga Ketua Umum Gerakan Muda Musyawarah Kekeluargaan dan Gotong Royong (Gema MKGR) saat ini telah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Koruptor di Sukamiskin, Bandung Jawa Barat. Suami Ranny Meydiana itu juga terlibat dalam kasus korupsi pengadaan laboratorium komputer pada 2011, dan penggandaan Alquran pada 2011 serta 2012 di Kementerian Agama. Sampai saat ini belum diketahui apakah Fahd sudah dijemput penyidik dan hadir di Gedung KPK.

Dalam perkara DPID, beberapa nama politikus dari berbagai partai politik diduga terlibat. Dalam persidangan, terpidana Fahd A Rafiq alias Fahd El Fouz mengungkapkan ada beberapa anggota DPR yang bersaing mengurus pencairan anggaran DPID buat tiga kabupaten di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Dia menyebutkan anggota fraksi Partai Demokrat, Mirwan Amir, mengurus DPID untuk Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Besar. Dia juga menjelaskan, politikus Partai Keadilan Sejahtera, Tamsil Linrung, mendapat jatah mengurus alokasi DPID untuk Kabupaten Pidie Jaya.

Di persidangan, Fahd mengakui menyuap Wa Ode Nurhayati dengan uang Rp 6 miliar lewat perantara Haris Andi Surahman. Saat itu, Wa Ode Nurhayati masih menjabat sebagai anggota badan Anggaran DPR dari fraksi Partai Amanat Nasional. Haris saat itu bekerja sebagai staf ahli anggota DPR, Halim Kalla.

Wa Ode sendiri telah divonis 6 tahun penjara dan mengajukan banding. Sedangkan Fahd yang juga anak pedangdut (Alm.) A. Rafiq divonis 2,5 tahun penjara, dan saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. KPK pun sudah menetapkan Haris Andi Surahman sebagai tersangka dalam perkara itu.

Namun sayang, sampai saat ini KPK belum bisa menjerat beberapa politikus, selain Wa Ode Nurhayati, diduga terlibat dalam perkara itu. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Suap DPID
  3. KPK
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini