KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Usir mantan istri dari rumah, Abdullah sewa 20 preman

Senin, 23 September 2013 19:45 Reporter : Dharmawan Sutanto
rumah sengketa pejaten. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - 20 Orang preman mengusir paksa Evi (60), dari sebuah rumah di Jl Tembakau I no 28 A Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Para preman itu datang atas suruhan Abdullah, mantan suami Evi.

Pintu rumah yang asri itu didobrak sampai rusak. Para preman itu mengusir lima orang di dalam rumah secara paksa. Mereka juga mengeluarkan barang-barang milik Evi. Termasuk bahan-bahan tas yang dijual wanita tersebut.

"Klien saya diusir secara mendadak oleh mereka. 20 Orang preman, saya sempat diancam. Saya bilang kamu jangan kayak gini, kamu kayak preman. Dia bilang saya memang preman. Ibu diam saja kalau laki-laki sudah saya pukul," kata Eva, pengacara Evi, Senin (23/9).

Eva menjelaskan pasangan suami istri yang sudah uzur tersebut memutuskan bercerai karena Abdullah kerap menyakiti Evi.

Petugas Polsek Pasar Minggu sempat membawa Evi dan Abdullah ke kantor polisi. Namun kemudian menyerahkan masalah ini untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

Abdullah mengaku berhak atas rumah tersebut. Rumah itu milik istri pertamanya, yang dinikahi sebelum menikah dengan Evi. Saat cerai, Evi berjanji akan membagi rumah itu jadi dua. Tapi ternyata dia tidak mau pergi dari rumah tersebut.

Mengenai alasan menyewa preman, Abdullah pun berkilah. Menurutnya mantan istrinya pun pernah menyewa preman dan ormas setempat untuk menjaga.

"Dia sewa preman, saya juga sewa preman," kata Abdullah. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. Premanisme

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.