Usai PSBB, Okupansi Hotel di Sumsel Naik 15 Persen

Senin, 6 Juli 2020 15:11 Reporter : Irwanto
Usai PSBB, Okupansi Hotel di Sumsel Naik 15 Persen Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Tingkat hunian hotel di Sumatera Selatan usai penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai mengalami peningkatan. Hanya saja, persentasenya belum menunjukkan angka signifikan dari yang ditargetkan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Aspiudin mengungkapkan, sejauh ini terjadi peningkatan 15 persen dibanding masa pandemi Covid-19 dan pelaksanaan PSBB selama 28 hari. Hal ini menunjukkan bisnis perhotelan belum bergairah meski pengelola menawarkan beragam promo.

"Belum ada gairah, okupansi hotel masih belum bagus, hanya naik 15 persen dari saat pandemi," ungkap Herlan, Senin (6/7).

Menurut dia, banyak alasan masyarakat enggan menggunakan jasa hotel untuk menginap, salah satunya adalah ketakutan pengunjung, terutama pendatang untuk mengunjungi Palembang karena masih berstatus zona merah Covid-19.

"Kami terus berupaya sosialisasikan masyarakat tidak lagi takut, kami yakinkan mereka karena fasilitas di hotel memenuhi protokol kesehatan, aman dan nyaman," ujarnya.

Selain itu, kata dia, prosedur bepergian menggunakan surat izin keluar masuk (SIKM) dan rapid tes atau PCR membuat warga masih enggan datang ke Sumsel. Padahal, tiket pesawat Jakarta-Palembang cukup normal, Rp400.000, atau tarif normal seperti sebelum pandemi.

"Sudah ada 160 hotel yang kembali buka sejak 1 Juli kemarin, seluruh kamar sudah bisa dipesan," ujarnya.

Dia berharap bisnis perhotelan kembali bergairah seiring masa menuju new normal. Gelaran Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang juga menjadi harapan pengelola untuk dikunjungi tamu luar.

"Palembang dikabarkan ditunjuk jadi tuan rumah, jika benar-benar terjadi menjadi harapan baru bagi kami, perhotelan kembali membaik, pariwisata dan kuliner juga berdampak positif," terangnya.

Public Relations Hotel Santika Palembang Anggi mengakui pihaknya memilih tetap mengoperasikan hotel selama masa pandemi. Namun tingkat hunian di saat itu menurun drastis dibanding bulan-bulan sebelumnya.

"Januari sampai Maret masih bagus, okupansi di angka 80 persen. Sejak pandemi atau Maret sampai Mei turun sampai 20 persen, Juni sampai sekarang mulai naik lagi, sampai 70 persen," kata dia. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini