Usai Penusukan Wiranto, Polisi Deteksi Kelompok Anarkis di Jatim

Jumat, 11 Oktober 2019 12:54 Reporter : Erwin Yohanes
Usai Penusukan Wiranto, Polisi Deteksi Kelompok Anarkis di Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur telah meningkatkan status kesiagaannya usai penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Selain itu, jelang pelantikan presiden pada 20 Oktober mendatang, polisi juga mulai mendeteksi kegiatan kelompok-kelompok anarkis yang ada di Jatim.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera. Ia menyatakan, Kapolda Jatim telah menginstruksikan hal ini langsung pada Kapolres seluruh Jawa Timur.

"Kapolda Jatim pada kesempatan ini menyampaikan langsung pada Kapolres agar peningkatan status ini dilakukan dalam rangka pengamanan VIP maupun VVIP. Status ini juga untuk melakukan deteksi pada kegiatan kelompok-kelompok anarkis yang akan melakukan kegiatan eskalasi menjelang tanggal 20 (pelantikan presiden)," ungkapnya, Jumat (11/10).

Ia menambahkan, Kapolda Jatim menyampaikan ke seluruh jajaran agar melakukan peningkatan pengamanan, patroli yang menyangkut tentang kegiatan kelompok anarkis.

Kapolda Jatim juga mengerahkan satuan intelejen dan reserse, bekerjasama melakukan penegakan hukum untuk hal-hal yang sekiranya berpotensi terhadap gangguan Kamtibmas.

"Ada peningkatan jumlah personel, cuma cara polisi (melakukan pengamanan) bagaimana, tidak mungkin saya sampaikan ke publik," tandasnya.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Saat beraksi Abu Rara didampingi istrinya Fitria Diana (21). Polisi dan BIN menyebut kedua pelaku bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.

Wiranto mengalami kejadian ini ketika hendak kembali ke Jakarta menggunakan helikopter. Dia baru saja meresmikan gedung kampus Universitas Mathla'ul Anwar Pandeglang serta memberi kuliah umum. Ketika turun dari mobil Land Crusier tiba-tiba diserang.

Wiranto sempat dibawa ke Klinik Menes Medical Center Pandeglang, lalu dirujuk ke RSUD Pandeglang. Selanjutnya, dengan menggunakan helikopter dibawa ke RSPAD untuk menjalani operasi.

Selain Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Daryanto, ulama Pandeglang, Fuad dan ajudan Danrem juga menjadi korban. Kompol Daryanto terluka diserang Fitria menggunakan gunting. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini