Usai penggerebekan gay di Jakut, ormas diminta tak lakukan sweeping

Selasa, 23 Mei 2017 14:43 Reporter : Juven Martua Sitompul
Usai penggerebekan gay di Jakut, ormas diminta tak lakukan sweeping Barang bukti kasus pesta seks. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) menggerebek pesta seks gay di Atlantis Gym dan Sauna, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Atas penggerebekan itu, Front Pembela Islam (FPI) pun menyatakan siap membantu polisi untuk melakukan sweeping kaum gay di sejumlah tempat di DKI Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto dengan tegas menolak tawaran itu. Dikatakan dia, yang berwenang melakukan penegakan hukum di Indonesia hanya aparat penegak hukum.

"Enggak ada istilahnya berpartisipasi seolah-olah penegak hukum. Ini yang tidak boleh. Yang boleh melakukan penegakan hukum hanya aparat yang berwenang, enggak ada yang lain," kata Rikwanto di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Selasa (23/5).

Jenderal bintang satu ini meminta semua masyarakat membantu pihak kepolisian dengan cara memberikan informasi jika menemukan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum. Sehingga, polisi bisa dengan sigap menindak kegiatan tersebut.

"Cuma kita minta masyarakat juga informasinya apabila ada kegiatan yang melanggar hukum sehingga seperti yang diamankan itu bisa diinformasikan kepada kita," ujar dia.

Rikwanto kembali mengingatkan kepada siapapun termasuk ormas-ormas untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang melebihi kewenangannya.

"Jadi dukungan moril saja, jangan dukungan di lapangan nanti malah menjadi clash fisik dengan pihak-pihak yang seharusnya tidak terjadi," pungkas Rikwanto.

Sebelumnya, anggota kepolisian menggerebek Atlantis Gym dan Sauna yang berlokasi di Ruko Kokan Permata Blok B 15-16 Kelapa Gading RT 15 RW 03, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Dari hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan 141 pria yang tengah menggelar pesta seks sejenis.

Dari 141 yang diamankan, polisi akhirnya menetapkan sepuluh orang sebagai tersangka. Mereka di antaranya, Christian Daniel Kaihatu (40) selaku pemilik tempat usaha, lalu Nandez (27) selaku resepsionis dan kasir, kemudian Dendi Padma Putranta (27), Restu Andri (28) pemberi honor sekaligus sekuriti. Mereka dikenakan Pasal 30 juncto Pasal 4 Ayat (2).

Kemudian, ada Syarif Akbar (29) sebagai penari, Bagas Yudhistira (27), Roni (30), Tommy Timothy (28), Aries Suhandi (41), Steven Handoko (25) yang berperan sebagai tamu. Untuk enam orang ini dikenakan Pasal 36 juncto Pasal 10 Undang-undang Nomor 4 tahun 2008 tentang pornografi. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini