KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Usai bertemu SBY, Kanselir Merkel kunjungi MK

Selasa, 10 Juli 2012 19:56 Reporter : Baiquni
Angela Merkel . REUTERS / Beawiharta

Merdeka.com - Kanselir Jerman, Angela Merkel mengunjungi Mahkamah Konstitusi (MK) dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Dalam kunjungannya, Angela berbincang dengan Ketua MK, Mahfud MD terkait beberapa hal. Salah satunya mengenai perkembangan hukum.

"Pembicaraan serius menyangkut perkembangan hukum di dua negara. Merkel tadi menjelaskan masalah konstitusi dan MK di negaranya. Kemudian mendengarkan penjelasan saya tentang kebebasan beragama," ujar Mahfud kepada wartawan usai bertemu dengan Merkel di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (10/7).

Mahfud mengatakan, Merkel terkejut ketika dijelaskan MK baru berdiri pada 2003. "Merkel agak terkejut, Indonesia dari tahun 1945 hingga 2003 tidak pernah ada satupun Undang-undang (UU) yang boleh dibatalkan oleh lembaga lain. MK baru 9 tahun, sudah menguji 460 kali UU dan membatalkan 138 kali. Artinya, 27 persen," kata dia.

Selain itu, kata Mahfud, Merkel menilai rekam jejak MK sangat luar biasa progresif jika dibandingkan dengan Jerman. "MK di Jerman sendiri tidak seprogresif itu," ucap Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan, pembicaraan yang terjadi tidak hanya sebatas persoalan serius. Melainkan juga persoalan yang tidak resmi seperti sepakbola.

"Yang tidak resmi dan bergurau banyak. Saya katakan ke dia, 'Kami di Indonesia sering melihat kanselir di televisi karena suka nonton sepakbola, sehingga suka melihat wajah kanselir'," terang Mahfud.

Karena pernyataan itu, kata Mahfud, Merkel menjadi tertawa. "Dia tertawa dan mengatakan dirinya pejuang kesetaraan gender dan mengatakan bukan hanya laki-laki yang suka nonton sepakbola, karena perempuan juga suka nonton sepakbola," ucapnya.

Pertemuan antara Merkel dengan seluruh hakim konstitusi berlangsung secara tertutup selama 35 menit. Hal ini merupakan permintaan yang diajukan oleh protokoler dari pihak Jerman. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Presiden SBY
  2. Mahkamah Konstitusi
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.