Usai Bertemu Kapolri, Sambo Minta Hendra Kurniawan Cs Usut Kasus Sesuai Skenario

Selasa, 6 Desember 2022 12:52 Reporter : Bachtiarudin Alam
Usai Bertemu Kapolri, Sambo Minta Hendra Kurniawan Cs Usut Kasus Sesuai Skenario Brigjen Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria jalani sidang. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Hendra Kurniawan menceritakan diperintahkan Ferdy Sambo tidak menyinggung peristiwa Magelang. Perintah itu usai dirinya dan Ferdy Sambo menghadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, setelah penembakan Brigadir J.

Mantan Karopaminal itu mengatakan ia menghadap Kapolri bersama dengan Mantan Karo Provos Propam Polri Brigjen Benny Ali. Setelah itu, baru Ferdy Sambo.

"Kemudian pas ke rumah itu, saya dipanggil pak Benny untuk menghadap Pak Kapolri. Ketika menghadap di bawah ketemu pak FS (Ferdy Sambo). Saya lapor ke Pak Benny bahwa dipanggil Koorspri untuk menghadap pak Kapolri," kata Hendra saat sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Saat bertemu, kata Hendra, yang kala itu mendampingi Benny Ali turut menceritakan soal kejadian baku tembak. Lantas, Kapolri telah memerintahkan ke mereka agar kasus kematian Brigadir J diusut secara profesional dan sesuai prosedur.

"Ditanya sama beliau (Kapolri), pak Benny dulu ditanya, ceritakan kejadian tersebut peristiwa tembak-menembak dan pelecehan. Perintah Kapolri cuma satu, ya sudah ditangani secara profesional dan prosedural," kata Hendra.

"Masalah pelecehannya gimana ya?" tanya hakim.

"Masalah pelecehan, kala itu saya jawab. Mungkin dari Pak FS Jenderal (yang bisa menjelaskan)," kata Hendra.

"Apa yang ditanyakan Kapolri kepada saudara mengenai pelecehan?" tanya hakim.

"Saya bilang yang tahu pak FS. Ya sudah nanti Koorspripim nanti. Ketika masuk kita keluar. Kita nunggu di ruangan Koorspri barangkali ada perintah lagi, karena waktu itu belum jelas," jelas Hendra.

Kemudian setelah mereka bertemu dengan Kapolri, kata Hendra, sekitar 30 menit Ferdy Sambo juga bertemu dengan Kapolri dan setelah usai bertemu, mereka semua berjanji bertemu di Biro Provost di Lantai 3. Ketika di sana, Ferdy Sambo menceritakan hasil pertemuannya dengan Kapolri.

"Setelah selesai Pak FS mengumpulkan kita semua, di situ ada kasat reskrim, Kanit, Saya, Benny, Harun, Kombes Yudi, ada Kaden A. (Ferdy Sambo) menjelaskan bahwa ini percuma kalau saya punya pangkat kalau harkat dan martabat keluarga saya hancur oleh almarhum (Brigadir J)," ucap Hendra.

"Saya (Ferdy Sambo) sudah menghadap kapolri ditanya kapolri cuma satu 'Kamu nembak enggak Bo, saya jawab saya enggak nembak jenderal. Kalau saya nembak pecah kepala karena senjata kaliber 45'," kata Hendra sambil tirukan ucapan Ferdy Sambo kala itu.

Setelah itu, Hendra mengatakan jika Ferdy Sambo memerintahkan kepada orang yang ada di sana agar kasus ini ditangani sesuai dengan skenario baku tembak dan pelecehan seksual yang dialami Putri Candrawathi.

2 dari 2 halaman

"'Kemudian tolong rekan-rekan kasus ini tolong ditangani secara objektif sama sesuai kejadian, penanganan lebih lanjut supaya ditindaklanjuti oleh Biro Paminal. Untuk kejelasan di Magelang tidak usah diungkit-ungkit lagi'," kata Hendra.

"Waktu itu saudara mendengar peristiwa di Magelang?" tanya hakim.

"Sepintas mendengar dari Eliezer saja," jelas Hendra.

"Itupun enggak terlalu jelas?" tanya kembali hakim.

"Enggak terlalu jelas," ucap Hendra. [rhm]

Baca juga:
Bela Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria Sebut Tak Ada Intervensi saat di Jambi
Di Depan Ferdy Sambo, Agus Nurpatria Tumpahkan Kekecewaan Karena Dibohongi
Moment Anak Buah Ferdy Sambo Kena Marah Hakim
BIN Bantah Beri Informasi ke Kubu Brigadir J Terkait Kasus Ferdy Sambo
Kuat Ma'aruf Tantang Majelis Hakim Hadirkan Pihak Provos

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini