UPDATE: Situasi Jakarta Saat Aksi 22 Mei

Rabu, 22 Mei 2019 08:42 Reporter : Tim Merdeka
UPDATE: Situasi Jakarta Saat Aksi 22 Mei Aksi tolak hasil Pemilu. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Update terbaru kondisi Jakarta di tengah aksi 22 Mei. lengkap di merdeka.com.

Kamis 23 Mei Pukul 16.00 WIB

Mabes Polri mencatat, jumlah korban meninggal saat kerusuhan di sejumlah tempat di Jakarta pada 21-22 Mei sebanyak enam orang yang diduga merupakan massa yang terlibat dalam kerusuhan tersebut. Satu di antaranya telah teridentifikasi meninggal karena terkena peluru tajam.

Iqbal menegaskan, korban meninggal pada aksi 21-22 Mei itu adalah massa perusuh. Bukan dari massa yang melakukan aksi damai, ataupun masyarakat biasa.

Kamis 23 Mei Pukul 15.30 WIB

Polisi telah mengamankan sekitar 300 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan di sejumlah tempat di Jakarta pada 21-22 Mei. Sebanyak 300 orang ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi menyebut 300 orang ini berasal dari Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Mereka dibayar Rp 300 ribu per hari. Mereka langsung mendapat bayaran pada hari itu.

Kamis 23 Mei Pukul 15.00 WIB

Polisi menemukan bukti baru terkait kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang pecah di beberapa titik di Jakarta. Terbaru, polisi menduga kelompok pendukung ISIS berupaya menunggangi Aksi 22 Mei.

Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan, temuan ini terungkap berdasarkan penyelidikan dari dua tersangka perusuh yang ditangkap aparat Polda Metro Jaya.

Kamis 23 Mei Pukul 14.00 WIB

Ambulans Partai Gerindra yang Diamankan Polda Metro Jaya. Ambulans berplat nomor B 9686 PCF milik Partai Gerindra Kota Tasikmalaya tersebut diamankan petugas ke polisian karena diduga mengangkut batu dalam aksi unjuk rasa 22 Mei kemarin.

Kamis 23 Mei Pukul 12.00 WIB

Puluhan anggota Polri terluka saat mengawal unjuk rasa berujung rusuh pada 21-22 Mei di sejumlah daerah. Mabes Polri mencatat ada 20 orang aparat terluka.

Kamis 23 Mei Pukul 10.00 WIB

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengumumkan Stasiun Palmerah dan Stasiun Tanah Abang telah dibuka kembali dan melayani naik turun pengguna Kereta Rel Listrik (KRL). Untuk rute KRL loop line relasi Bogor/Depok/Nambo - Duri/Jatinegara PP juga kembali normal dan berhenti untuk melayani naik turun pengguna di Stasiun Tanah Abang.

Kamis 23 Mei Pukul 07.00 WIB


Situasi dan kondisi jalan MH Thamrin tepatnya depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat dan sekitarnya pagi ini sudah kondusif. Meski demikian, ruas jalan masih ditutup dan pasukan Brimob tetap bersiaga.

Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye nampak membersihkan puing-puing sisa aksi 22 Mei yang berujung ricuh, kemarin.

Kamis 23 Mei 2019 Pukul 04.15 WIB

Suara ledakan petasan masih terdengar di kawasan sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, Kamis (23/5) dini hari. Kericuhan terjadi sekitar Jalan Wahid Hasyim arah Jalan Sabang maupun yang menuju wilayah Tanah Abang.

Polisi meringkus beberapa orang diduga provokator. Satu per satu digiring ke mobil tahanan. Adapun di antara para terduga provokator itu terdapat banyak berusia remaja.

Kamis 23 Mei Pukul 04.00 WIB

Situasi di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, berangsur kondusif dari serangan perusuh, Kamis (23/5) dini hari. Massa serentak mundur perlahan hingga keadaan membaik.

Marinir TNI AL turun tangan dengan cara persuasif. Mereka mengajak warga berdialog dan menghentikan aksi anarki.

Rabu 22 Mei Pukul 23.00 WIB

Seorang wanita bercadar dengan baju gamis hitam terlihat di sekitar Jalan MH Thamrin, dekat Kantor Bawaslu. Wanita ini dicurigai membawa benda mencurigakan dan sempat dihalau polisi yang berjaga di kawasan tersebut.

Pukul 22.30 WIB

Pihak kepolisian masih harus menghadapi massa yang terus melakukan penyerangan. Massa terlihat melempari polisi dengan batu dan melempar petasan ke arah polisi.

Pantauan di lokasi, Rabu (22/5) malam, pospol di Thamrin tampak rusak parah. Bagian jendela dan pintu dirusak. Api juga masih menyala di dalam pospol.

Untuk memukul mundur massa polisi menyemprotkan air lewat mobil water cannon. Untuk menghindari bentrokan polisi mengimbau massa untuk bubar lewat mobil pengeras suara.

22.00 WIB

Dalam suasana tenang di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat. Seorang ulama datang. Menghampiri para anggota TNI dan Polri sedang beristirahat dan mengajak berselawat.

19.30 WIB

Empat anggota polisi terluka saat mengamankan aksi massa 22 Mei di Gedung Wisma 77, Tower 2, Slipi, Jakarta Barat. Anggota menjadi korban merupakan personel Polda Bali dan Jambi diperbantukan mengamankan aksi di kantor Bawaslu.

19.00 WIB

Suasana kembali memanas di depan Gedung Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Massa berulang kali diingatkan agar tenang.

"Kita sudah sepakat dari kemarin bahwa aksi kita damai. Bantu kami, tolong aksi kita aksi damai," kata Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, lewat mikrofon.

18.05 WIB

Polda Metro Jaya menangkap pria bernama Mukhamad Asli Seto Ansyurulloh yang diduga menyebarkan ajakan untuk berbuat anarkis melalui whatsapp grup. Pria asal Slawi, Jawa Tengah itu di sekitar Rempoa, Ciputat, Tangerang Selatan.

Penangkapan ini bermula dari beredarnya pesan berantai (Broadcast) yang dilakukan oleh beberapa akun whatsapp. Isinya seruan untuk melakukan aksi anarkis melempar bom molotov dengan target kantor Bareskrim Mabes Polri dan petinggi Polri.

17.40 WIB

Aksi bakar ban dilakukan kelompok massa di kawasan Slipi, JakartaBarat, Rabu (22/5). Bakar ban dilakukan kelompok massa dari mulai Masjid Jami An Nur di Petamburan, hingga ke arah Slipi Jaya.

15.20 WIB

Polisi mengamankan sebuah ambulans berlogo partai yang disebut membawa batu dan sejumlah uang dalam aksi kemarin. Ambulans tersebut kini telah berada di Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon membantah ambulans tersebut milik partainya.

Pukul 14.40 WIB

Dua unit bus milik Korps Brimob hangus terbakar di depan Wisma 77 Tower 2, Flyover Slipi, Jakarta Barat. Sementara, tiga unit lainnya hancur diamuk massa.

Pantauan merdeka.com, selain lima unit bus ada pula satu mobil jip yang diduga milik pejabat utama dari Brimob, dengan kendaraan berpelat 142-14. Sementara itu, ratusan personel dari Marinir dan Brimob masih berjaga di lokasi.

Pukul 14.00 WIB

Menko Polhukam Wiranto memastikan saat petugas mengamankan demo kemarin, tidak satupun petugas membawa senjata. Persenjataan dipastikan disimpan di gudang.

"Sebab saat demo, petugas diminta tidak bersenjata tidak menggunakan senjata api. senjata di gudang. Mereka hanya pakai perisai, pentungan, dan perlengkapan lain, bukan senjata api. Enggak mungkin petugas bunuh rakyat saat aksi demo," jelasnya.

Pukul 13.00 WIB

Pimpinan Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar prihatin terhadap kerusuhan yang tengah terjadi. Dia meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi orang tak bertanggung jawab yang menginginkan negeri ini hancur.

"Dimohon semua pihak menahan diri sepanas apapun suasana dan hati tetap harus berpikir jernih jangan pernah terprovokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang menginginkan negeri ini hancur-hancuran," kata Aa Gym.

Pukul 12.00 WIB

Polisi mengamankan 11 orang yang diduga provokator dalam kericuhan di wilayah Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, dini hari tadi. Polisi menemukan beberapa temuan yang membuat mereka yakin kerusuhan semalam memang sudah direncanakan.

Beberapa barang bukti yang dikumpulkan, polisi mengamankan satu buah ambulans dengan logo partai. Setelah diperiksa, ambulans itu berisi batu dan alat-alat. Ada juga amplop berisi uang dalam mobil itu. Namun polisi enggan menyebut milik partai apa ambulans itu.

22 Mei Pukul 10.30 WIB

Sejumlah anggota batalyon infanteri TNI AD berhasil mencegah massa yang ingin melakukan aksi anarki di Jalan Cideng Barat Dalam. Terlihat dari atas jalan layang Cideng, di Jakarta, Rabu, sejumlah anggota infanteri TNI AD menghalangi massa yang ingin masuk ke Jalan Cideng Barat Dalam sambil bernegosiasi dengan massa yang menyanyikan lagu "Indonesia Raya".

Setelah lagu "Indonesia Raya" selesai berkumandang, negosiasi berhasil menemukan kata sepakat dan massa bersedia mundur. Beberapa di antara mereka juga menyalami dan memeluk sejumlah anggota infanteri.

22 Mei Pukul 09.00 WIB

Massa aksi 22 mei mulai memadati depan Gedung Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat. Sejumlah personel Brimob sudah bersiaga membentuk barisan menjaga aksi. Kendaraan taktis seperti watercanon dan barakuda pun disiagakan di depan Gedung Bawaslu.

22 Mei Pukul 08.30 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi lokasi demo depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat. Pada kesempatan itu ia mengatakan sekitar 300 petugas Satpol PP diturunkan untuk masalah kesehatan dan di tempatkan di sekitar pasar serta perkantoran.

Pukul 08.25 WIB

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) melarang para penumpang dan calon penumpang kereta rel listrik (KRL) commuter line untuk tidak keluar stasiun di akses menuju Jatibaru dan Petamburan akibat adanya kericuhan.



Pukul 08.00 WIB

Situasi Tanah Abang, Jakarta Pusat dan sekitarnya kembali memanas. Sejumlah massa membakar ban di tengah jalan tepatnya sekitar Hotel Milenium, Jakarta Pusat.

Pukul 07.20 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan di tengah kericuhan demo, beredar sejumlah kabar tidak benar. Salah satunya, kabar menyebut personel pengamanan masuk ke dalam masjid untuk mengejar para pengunjuk rasa.

Pukul 07.15 WIB

Kawasan Petamburan dan Jalan KS Tubun kembali memanas. Sekitar pukul 07.15 WIB, massa kembali menimpuki polisi.

Pukul 07.00 WIB

Polri telah mengidentifikasi provokator demo Bawaslu yang berujung ricuh Rabu (22/5) dini hari tadi. Selain itu 20 orang sudah diamankan.

Menurut polisi, 20 orang yang diamankan itu diduga sebagai provokator. Mereka merupakan massa yang bergerak dari luar Jakarta.

Pukul 06.30 WIB

Ketua DPD FPI DKI Jakarta Habib Muhsin menegaskan kerusuhan yang terjadi di sekitar Petamburan dan Jalan KS Tubun bukanlah warga sekitar. Menurutnya, ada pihak ketiga yang ingin mengadu domba.

"Alhamdulillah dengan tokoh masyarakat Petamburan dan Kapolres bisa mengkondusifkan lokasi di Petamburan. Ini dilakukan pihak ketiga sengaja buat kekacauan. Ini yg dilakukan ada pihak ketiga ada adu domba," kata Habib Muhsin di lokasi bersama Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi

Pukul 06.00 WIB

Polisi sudah mengidentifikasi pihak-pihak yang menjadi provokasi. "Dari luar Jakarta pertama kali lakukan provokasi. Aparat di lapangan sudah identifikasi," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Namun Dedi tidak merinci dari daerah dan kelompok mana massa itu berasal. Menurutnya, mereka sengaja memancing amarah massa untuk bentrok dengan petugas."Pihak ketiga coba bermain," tandasnya.

22 Mei pukul 04.00 WIB

Polisi berhasil memukul mundur massa yang menggelar demo di depan kantor Bawaslu. Kericuhan juga sempat pecah hingga ke arah Tanah Abang. Massa kembali berulah dengan menyerang asrama Brimob di Jalan KS Tubun,Jakarta Barat.

Selain menyerang, massa juga membakar sejumlah kendaraan depan asrama Brimob.


22 Mei pukul 02.00 WIB

Kerusuhan pecah di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Massa yang semula berada di kawasan Blok A bergerak ke arah Jalan Wahid Hasyim.

Mereka terlihat membakar benda-benda di tengah jalan. Polisi sempat menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa, Rabu (22/5) dinihari. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini