Upaya Polda Metro tangkal pelaku skimming masuk ke Ibu Kota

Rabu, 21 Maret 2018 11:17 Reporter : Ronald
Upaya Polda Metro tangkal pelaku skimming masuk ke Ibu Kota Pelaku Skimming Kartu ATM. ©2018 Liputan6.com/Arya Manggala

Merdeka.com - Polda Metro Jaya membongkar kejahatan skimming dimana pelaku merupakan Warga Negara Asing (WNA). Diketahui, pelaku memakai izin visa kunjungan untuk masuk ke Indonesia dan melancarkan aksinya.

Berkaca dari kasus tersebut, polisi akan menggandeng pihak imigrasi. Sebab, Indonesia menjadi salah satu negara destinasi turis asing.

"Saya kira tidak (Indonesia mudah di bobol pelaku skimming), karena negara kita banyak turis dan alam. Kalau misal banyak WNA asing kesini terus tujuannya turis kemudian mereka melakukan tindak pidana memang tugas kita bersama dalam menanggulangi ini," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta kepada wartawan di kantornya, Rabu (21/3).

Menurutnya, hal yang perlu diwaspadai adalah dengan memperketat keamanan di pintu-pintu bandara. "Betul di pintu masuknya," tegasnya.

"Seseorang niat melakukan kejahatan tidak diketahui pada saat dia masuk, tapi mungkin nanti ditingkatkan keamanannya pada saat mereka membawa alat-alat," sambungnya.

Nantinya, polisi menyerahkan dokumentasi alat kejahatan yang digunakan pelaku skimming.

Dengan begitu, imigrasi akan memantau jika ada WNA atau WNI yang pulang dari luar negeri dan membawa alat serupa. Maka patut dicurigai jika alat tersebut akan digunakan untuk kejahatan skimming.

"Jadi alat-alat yang kami miliki ini yang kami sita ini dari tersangka ini, akan kami foto kemudian kirim ke imigrasi sehingga apabila ada seseorang membawa alat ini di informasikan kepada kami, kan kadang-kadang alat ini dipisah memang susah kalau sendiri tapi upaya kita memfoto kemudian kirim imigrasi dan informasi sudah di dapat ketika ada orang dari negara Eropa Timur, sepesifik kemudian di tasnya ada alat dan informasikan kepada kami sehingga bisa dilakukan pencegahan penangkapan bahkan pemeriksaan," jelasnya.

Selain itu, polisi juga menggandeng persatuan bank di Asia Tenggara melalui Bank Indonesia.

"Kami akan mendorong BI berkordinasi dengan persatuan bank di ASEAN maupun di Asia, karena ini tidak terjadi di Indonesia tapi di beberapa negara di Asia dan Eropa," ujarnya.

Karena kejahatan skimming tak hanya terjadi di dalam negeri, maka polisi juga akan bekerja sama dengan interpol guna mengusut tuntas kasus tersebut.

"Jadi saya kira ini tindak pidana tidak hanya di Indonesia maka secara global perlu kerjasama dengan interpol karena kelompok kelompok ini diduga pernah berorperasi di beberapa negara. Kemungkinan mereka juga pelaku yang dicari oleh beberapa negara lainnya," pungkas Nico. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini