Upaya Hilangkan Jejak Pelaku Kasus Mutilasi Korban di Apartemen Kalibata City

Kamis, 17 September 2020 17:26 Reporter : Bachtiarudin Alam
Upaya Hilangkan Jejak Pelaku Kasus Mutilasi Korban di Apartemen Kalibata City Penemuan Mayat Mutilasi di Apartemen Kalibata City. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Setelah berhasil ditangkap polisi, terungkap bahwa sepasang kekasih pelaku DAF (26) pria dan dan LAS (27) wanita, pembunuh mutilasi korban Renaldi Harley Wismanu, di apartemen Kalibata City sempat mencoba menghilangkan jejak aksinya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menjelaskan upaya kedua pelaku menghilangkan jejak, bermula disaat keputusan untuk memutilasi korban setelah dibunuh pada 9 September 2020, di apartemen Pasar Baru, Jakarta Pusat.

"Mereka bingung mau diapakan korban ini, mereka turun untuk membeli golok, gergaji, untuk dilakukannya mutilasi," ujar Nana saat konferensi pers, Kamis (17/9).

Nana menjelaskan bahwa korban dimutilasi pelaku DAF dan dimasukan ke dalam kantong kresek untuk untuk ditaruh dalam dua koper dan satu tas ransel.

"Setelah memutilasi korban, pelaku membeli sprai dan cat warna putih untuk menghilangkan bercak darah yang ada di ruang apartemen. Kejadian kan tanggal 9 September menyewa sampai tanggal 12," ungkap ia.

Setelah selesai mengecat ruangan apartemen di Pasar Baru, kemudian pelaku membawa korban ke kamar apartemen lantai 16 Kalibata City, Jakarta Selatan untuk disimpan sementara. Sebelum pelaku mengubur korban di belakang rumah kontrakan daerah Cimanggis, Kota Depok.

Sebelumnya, jasad pria yang bekerja sebagai Human Resource & General Affair Manager di salah satu perusahaan kontruksi ditemukan di Apartemen Kalibata City Tower Ebony Lantai 16, pada Rabu (16/9) malam.

"DAF adalah eksekutor atau orang yang membunuh dan juga memutilasi korban. Sementara LAS (27) orang yang mengajak korban ke Apartemen di kawasan Pasar Baru Jakpus. Hubungan keduanya adalah sepasang kekasih," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kamis (17/9).

Nana menerangkan, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap kedua pelaku di sebuah rumah kontrakan kawasan Cimanggis Depok pada Rabu 16 September 2020 kemarin.

Mereka saat itu berniat menghilangkan jejak pembunuhan dengan mengubur jasad korban di belakang rumah.

"Rencananya oleh para tersangka korban akan dikubur di belakang rumah kontrakan. Tapi belum dilaksanakan karena keburu ketangkap sama kami," ujar dia.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka digiring ke Polda Metro Jaya. Kedua pelaku dipersangkakan melakukan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini