Upacara HUT RI di Istana, Wapres Ma'ruf Amin Kenakan Pakaian Adat Banten

Rabu, 17 Agustus 2022 10:07 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Upacara HUT RI di Istana, Wapres Ma'ruf Amin Kenakan Pakaian Adat Banten Wapres Maruf Amin pakai baju adat Banten. ©istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenakan pakaian adat Banten saat menghadiri Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di halaman Istana Merdeka Jakarta, Rabu (17/8). Ma'ruf tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 09.45 WIB.

Wapres Ma'ruf terlihat elegan mengenakan pakaian adat tanah kelahirannya yang didominasi warna hitam itu. Ia didampingi istrinya Wury Ma'ruf Amin.

Pakaian wapres terdiri atas Iket Lomar bermotif Tapak Kebo, baju dalam putih berkerah tinggi, Jas Hitam bermotif daun hanjuang emas, kain samping bermotif serupa iket, serta celana dan sepatu hitam.

Sementara, Ibu Wury Ma'ruf Amin juga tampak anggun mengenakan kebaya putih dipadu kerudung hitam berbalut putih. Kemudian, ada selendang dan bawahan hitam bermotif batik emas.

Pada momen peringatan hari kemerdekaan ini, Ma'ruf memberi pesan kepada bangsa Indonesia untuk menguatkan persatuan. Tujuannya agar menjadi lebih kuat dan mampu mengatasi berbagai tantangan krisis yang mengancam.

"Saya mengajak seluruh elemen bangsa untuk merapatkan persatuan, bersinergi dalam kerja nyata agar Indonesia tercinta segera pulih dari dampak krisis dan bangkit menjadi negara yang lebih kuat," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Makna Baju Adat Banten

Dikutip dari website resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, pakaian adat Banten lengkap yang dikenakan Wapres Ma'ruf memiliki arti filosofis pada setiap bagiannya.

wapres maruf amin pakai baju adat banten

©istimewa

Pertama, Iket Lomar dengan motif tapak kebo atau garuda yaksa berwarna emas diambil dari suku Baduy. Motif tapak kebo atau garuda yaksa melambangkan kegigihan dalam bekerja. Adapun warna emas melambangkan kedalaman hati, budi pekerti dan kecemerlangan pikiran dalam menatap masa depan. Selain itu, emas juga menjadi lambang kemewahan, kekayaan dan kesetiaan, serta merujuk pada makna kemakmuran, kesehatan, dan kegembiraan masyarakat Banten.

Kedua, Baju Dalam berwarna putih dengan kerah tinggi (seperti baju Koko) melambangkan religiusitas dan kebhinekaan masyarakat Banten. Warna putihnya sendiri melambangkan kesucian, keikhlasan, kebersihan, dan ketepatan. Sementara kancing bulat pada baju ini melambangkan kebulatan tekad dalam berkarya melaksanakan tugas dan kewajiban.

Ketiga, Jas Hitam bermotif Daun Hanjuang (cordyline fruticosa) berwarna emas melambangkan ketangguhan masyarakat Banten dalam bertahan hidup. Warna hitam pada jas ini melambangkan kekuatan, keanggunan, keteguhan, kecanggihan dan ketenangan masyarakat. Sedangkan Daun Hanjuang melambangkan perjuangan, sebab tanaman monokotil ini dapat hidup di mana saja dan sering dipakai sebagai tanaman pembatas atau tanaman pelindung, baik di perkebunan, ladang, atau sawah penduduk.

Keempat, Samping atau kain pinggang dengan motif serupa dengan iket melambangkan kondisi Banten yang gemah ripah loh jinawi. Kain ini juga melambangkan masyarakat Banten yang mampu mengencangkan perut atau hidup dalam kesederhanaan.

Kelima, Celana Hitam Polos yang dirangkap dengan kain melambangkan keserumpunan Banten dengan bangsa Melayu. [bal]

Baca juga:
HUT Ke-77 RI, Wapres Ajak Rakyat Bersatu Kerja Nyata agar Indonesia Pulih
HUT ke-77 RI, Jokowi Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Kalibata
Catat, Ini Rekayasa Lalu Lintas saat Upacara HUT ke-77 RI di Istana Negara
Ini Rangkaian Upacara Peringatan HUT Ke-77 RI di Istana Negara
Jokowi Pakai Baju Khas Buton Sulawesi Tenggara di Upacara HUT ke-77 RI
Pesan Jokowi di HUT ke-77 RI: Indonesia Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini