Uniknya nasi goreng Pak Goyang, memasak sambil pukul simbal hibur pelanggan

Minggu, 8 April 2018 05:09 Reporter : ER Chania
Uniknya nasi goreng Pak Goyang, memasak sambil pukul simbal hibur pelanggan Nasi goreng Pak Goyang. ©2018 Merdeka.com/ER Chania

Merdeka.com - Sebuah warung nasi goreng di Jalan M Yunus, Lubuk Lintah, Kelurahan Anduring, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, ini terbilang unik. Betapa tidak, si pemilik warung nasi goreng satu ini menyajikan dagangannya sambil bergoyang.

Warung nasi goreng itu dinamakan Nasi Goreng Pak Goyang yang terletak tidak jauh dari Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Pemilik warung nasi goreng itu, bernama Syafriel, pria berusia 52 tahun.

Dia biasa disapa oleh pelanggannya dengan panggilan nama Pak Goyang, sebab sejak awal penyajian nasi goreng atau minas (mi nasi goreng) yang dibuatnya, bapak satu orang anak ini selalu bergoyang. Sembari memasak, Syafriel, bergoyang mengikuti irama musik.

Bukan sekadar bergoyang, sesekali pak goyang juga memukul simbal yang diletakkan di depan penggorengan. Simbal berjumlah lima dengan ukuran berbeda itu, dipukulnya dengan stick drum.

Lantas aksi kocak dan uniknya saat memasak menjadi tontonan dan hiburan tersendiri bagi pelanggan setia nasi goreng pak goyang. Beberapa pelanggan begitu menjadi betah berada di warungnya.

Bahkan sesekali pelanggannya juga sempat mengabadikan aksi unik pak goyang dengan merekam di handphone hingga kemudian meng-upload ke media sosial.

nasi goreng pak goyang

Nasi goreng Pak Goyang ©2018 Merdeka.com/ER Chania

"Ide ini (memasak sambil bergoyang) hanya secara spontan. Awalnya hanya cara saya memasak yang super cepat, maka biar semangat diiringi dengan musik," kata Syafriel saat ditemui merdeka.com di warungnya, Sabtu (7/4).

Selain menjadi penyemangat, aksi goyangan yang dilakukan pria pecinta musik ini, tak lain agar usahanya ada variasi dan berbeda dengan penjual nasi goreng lainnya. Selain itu, bagi pelanggannya juga tidak bosan menunggu hingga menjadi betah ngantri.

"Dengan bergoyang ini menjadi ciri khas saya selama berjualan dan telah dilakukan sejak pertama membuka usaha nasi goreng 15 tahun silam. Sedangkan untuk menambah semangat, saya pasang simbal di dekat penggorengan dan sesekali dipukul mengikuti irama musik," cetusnya.

Kreativitas pak goyang tidak sampai di situ, simbal yang menjadi alat pengiring musik saat memasak merupakan hasil rakitan tangannya sendiri. Hanya bermodal simbal-simbal bekas yang dibelinya, kemudian dirangkai dengan pipa paralon.

"Awalnya simbal milik saya cuman satu, kemudian terus bertambah hingga menjadi lima. Agar bunyi dari kelima simbal berbeda, saya steel dengan paku dan saya pukul sesekali saat sedang memasak dengan diiringi lagu sembari bergoyang," ulasnya.

Jika ditanya soal rasa, nasi goreng pak goyang tak kalah luar biasa dan membuat lidah pelanggannya ikut bergoyang. Begitupun dengan harga, cukup mengeluarkan uang Rp10 ribu satu porsi nasi goreng pak goyang sudah bisa disantap.

"Warung saya buka pukul 18.30 WIB dan akan tutup pada pukul 01.00 WIB. Jika penghasilan selama ini namanya rezeki selalu bergelombang, namun meski demikian tidak patah semangat, pokoknya alhamdulillah," pungkasnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini