Uni Here I Come, Program Global NAMA Foundation bersama Wafaa untuk Pelajar Indonesia

Rabu, 20 November 2019 16:17 Reporter : Hery H Winarno
Uni Here I Come, Program Global NAMA Foundation bersama Wafaa untuk Pelajar Indonesia Pelajar Mengikuti Program Uni Here I Come. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pada rapat kerja perdana Komisi X DPR RI dengan Mendikbud RI memaparkan visi misi Presiden yang diterjemahkan menjadi arah pendidikan Indonesia yang terdiri dari pendidikan karakter, deregulasi dan debirokratisasi, meningkatkan investasi dan inovasi, penciptaan lapangan kerja dan terakhir pemberdayaan teknologi.

Terkait dengan peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja, Mendikbud mengungkapkan bahwa link and match di Indonesia berada pada kondisi yang cukup parah, di mana banyak kompetensi yang tidak relevan diajarkan dan yang penting justru diabaikan. Demikian pula pola pikir masyarakat yang hanya ingin mendapatkan pekerjaan tanpa berpikir bagaimana menciptakan lapangan kerja.

Menjawab gagasan Mendikbud tersebut, Wafaa Indonesia bersama mitra kerja internasionalnya NAMA Foundation, menyelenggarakan lokakarya persiapan pelajar SMA tingkat akhir untuk menentukan masa depan depan mereka dalam memilih jurusan. Jurusan yang mereka pilih nantinya disesuaikan dengan minat dan bakat, serta soft skills yang dibutuhkan untuk memasuki kehidupan nyata pasca sekolah menengah.

Program ini dinamakan Uni Here I Come, merupakan program inisiatif dari NAMA Foundation. Dalam kegiatan ini, para pelajar diberikan golden compass yang akan memandu dalam menentukan jurusan kuliah yang akan diambil setelah lulus sekolah sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Selain itu, para pelajar mendapatkan manfaat tes dan hasil peta potensi kekuatan dan kelemahan diri, rekomendasi profesi dan jurusan kuliah yang sesuai, konsultasi jurusan kuliah dan seputar dunia perkuliahan serta pengenalan kampus dan jurusan kuliah pilihan.

Izharul Haq, sekretaris Wafaa Indonesia di Jakarta, menekankan pentingnya acara ini karena masih banyak sekali mahasiswa yang salah pilih ambil jurusan, bahkan terjadi setelah lulus, ternyata jurusan yang diambil tidak sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki.

"Kami berharap acara ini bisa memfasilitasi para siswa untuk bisa lebih terbuka lagi tentang bakat yang dimiliki serta minatnya apakah sudah sesuai, sehingga jurusan yang diambil ketika kuliah nanti sudah sesuai dengan bakat dan passionnya. Dan investasi waktunya tidak terbuang karena salah pilih jurusan," terangnya.

Kegiatan ini diselenggarakan secara serial selama bulan Oktober sampai dengan November 2019 dan melibatkan lebih dari 300 siswa-siswi di beberapa sekolah menengah atas di Jabodetabek. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pendidikan
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini