Ungkap Motif Pembunuhan Inah Antimurti, Polisi Bakal Tangkap Otak Pelaku Hidup-Hidup

Kamis, 24 Januari 2019 13:03 Reporter : Irwanto
Ungkap Motif Pembunuhan Inah Antimurti, Polisi Bakal Tangkap Otak Pelaku Hidup-Hidup Empat pembunuh dan pemerkosa ditangkap. ©2019 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Polisi masih memburu AS, otak pelaku perkosaan dan pembunuhan Inah Antimurti (20) yang mayatnya ditemukan terbakar di atas spring bed di Ogan Ilir. Agar kasusnya terungkap jelas, pelaku harus ditangkap hidup-hidup.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, sejauh ini pihaknya baru mendapatkan keterangan empat tersangka yang menyebutkan motif pembunuhan adalah utang piutang. Namun keempat tersangka tidak mengetahui lebih dalam hubungan AS dan korban.

"Makanya kami ingin AS itu bisa ditangkap hidup-hidup biar bisa mengungkap motifnya selain utang. Utang apa juga kami tidak mau berasumsi," ungkap Zulkarnain, Kamis (24/1).

Meski demikian, Zulkarnain menyebut tidak menutup kemungkinan pelaku diberikan tindakan tegas berupa tembak mati jika mengancam jiwa anggota saat penangkapan.

"Ya lebih baik menyerahkan diri saja ketimbang bersembunyi. Kalau dia melarikan diri dan mengancam keselamatan orang lain risikonya malah bisa lebih tinggi (tembak mati)," ujarnya.

Dikatakannya, keluarga AS sejauh ini belum bisa diajak bekerjasama untuk menyebutkan keberadaannya. Zulkarnain menganggap sikap itu hal yang biasa.

"Ya wajar-wajar saja keluarga menutupi. Tapi tetap kami buru," kata dia.

Diketahui, empat pembunuh sekaligus pembakar tubuh Inah Antimurti (20) di Ogan Ilir diringkus polisi. Petugas masih memburu satu pelaku lain yang turut terlibat dalam menghabisi nyawa janda satu anak itu.

Keempat pelaku adalah seorang tunawicara Feri (30), Febriansyah (16/pelajar), Abdul Malik (22/petani), dan Dian Prayoga (16/pengangguran). Semuanya tinggal di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim.

Penangkapan para pelaku berawal dari temuan sepeda motor korban jenis Honda Beat nomor polisi BG 3262 KAI di rumah saksi Andika (26) di Desa Talang Taling, Selasa (22/1). Saksi menyebut motor itu dititipkan AS (DPO) dan tersangka Feri kepadanya pada Minggu (20/1) sore.

Dari situlah, satu persatu para tersangka diringkus polisi. Satu dari empat tersangka harus menerima tindakan tegas dari petugas berupa ditembak di kedua kakinya lantaran melawan.

Penangkapan para pelaku berawal dari temuan mayat wanita dalam kondisi terbakar di atas spring bed di semak-semak Desa Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Minggu (20/1) sore. Mayat itu diketahui bernama Inah Antimurti (20) seorang janda satu anak asal Desa Pedataran, Gelumbang, Muara Enim. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Penemuan Mayat
  3. Palembang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini