Udara Sejuk dari Hamparan Kebun Teh Warisan Belanda di Kawasan Gunung Arjuno

Rabu, 6 November 2019 10:32 Reporter : Darmadi Sasongko
Udara Sejuk dari Hamparan Kebun Teh Warisan Belanda di Kawasan Gunung Arjuno Kebun Teh Warisan Belanda di Kaki Arjuno. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Hamparan kebun teh seluas 1.100 hektar warisan zaman Belanda di kawasan Gunung Arjuno memberikan pemandangan hijau sejauh mata memandang.

Wisata Agro Wonosari (WAW) berada di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang di bawah pengelolaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Lokasinya berada di rentang ketinggian 950 mdpl hingga 1.250 mdpl sehingga memang memiliki udara sejuk yang menyegarkan.

Kawasan ini merupakan satu-satunya kebun teh di Malang dan Jawa Timur yang dikelola sebagai destinasi wisata. Sekitar 5 hektar dari kawasan tersebut difungsikan sebagai wisata agro yang dapat dikunjungi masyarakat luas.

Lokasinya pun cukup mudah diakses apalagi dengan jalur tol yang menghubungkan Surabaya dan Malang. Wisatawan cukup keluar pintu tol Lawang, sebelum kemudian mengambil jalur arah Pasar Lawang dan mengikuti petunjuk yang tersedia.

Selain keindahan panorama alamnya, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan pabrik pengolah teh dengan produknya berkualitas ekspor. Para wisatawan mendapatkan informasi segala hal tentang teh, termasuk menyaksikan proses pengolahan teh di pabriknya.

Kebun Teh Wonosari sendiri tidak lepas dari sejarah pendudukan Belanda sebagaimana banyak perkebunan lain di Indonesia. Awal didirikan oleh NV Cultur Maatschappy pada 1875, sebelum kemudian diambil alih negara lewat Pusat Perkebunan Negara (PPN) sekitar 1950-an.

Manager PTPN XII Kebun Wonosari, Nelson Limbong mengatakan, saat ini terus dilakukan upaya-upaya mengenalkan destinasi wisata kebun teh WAW untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

"Kunjungan wisatawan berkisar 1.500 orang pada akhir pekan, sekitar 500 orang saat hari biasa," kata Nelson Limbong, Rabu (6/11).

Wisata Agro Wonosari, kata Nelson, cocok dan nyaman untuk tujuan wisata keluarga serta gathering dengan fasilitas penunjang kolam renang dan penginapan. Sejumlah spot foto instagramable tersedia bagi kaum milenial yang suka bersosial media.

Wisata Agro Wonosari juga memiliki festival rencana akan digelar 7-8 Desember 2019 mendatang. Festival ini digelar guna mengenalkan WAW ke masyarakat yang lebih luas.

"Selain untuk menggerakkan gemar minum teh," tegasnya.

Saat ini, kebun teh Wonosari memproduksi hingga 800 ton per tahun. Produknya diekspor ke beberapa negara di antaranya China, Jepang dan beberapa negara Eropa, termasuk Belanda. Sebagian kecil, berkisar 2 - 3 persen untuk pasar dalam negeri dengan brand Teh Rollas. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini