Ucapan Ayah dan Awal Mula Prasetyo Kesasar Hingga Kerja di Kejagung

Senin, 28 Oktober 2019 13:51 Reporter : Tri Yuniwati Lestari
Ucapan Ayah dan Awal Mula Prasetyo Kesasar Hingga Kerja di Kejagung Jaksa Agung HM Prasetyo. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - M Prasetyo mengaku tidak pernah menyangka bisa menjabat menjadi Jaksa Agung. Setelah menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1973 Ia mulai mencari kerja dan tak terpikirkan bisa menjadi birokrat.

"Kalau kebanyakan teman-teman masuk Kejaksaan Agung direncanakan kuliah di fakultas hukum, saya agak beda, yang terpenting kerja di mana pun menyiapkan berpuluh map dengan alamat kosong. Orang kampung menjadi birokrat adalah cita-cita paling tinggi," kata Prasetyo di Gedung Kejaksaan, Jakarta (28/10).

Ia mencoba melamar kehakiman, karena menurutnya, masuk kejaksaan sulit. Dari kantor kehakiman di Lapangan Banteng, Prasetyo berencana melanjutkan perjalanannya ke Jalan Proklamasi dengan menaiki kendaraan umum. Namun dia salah jurusan malah ke daerah Blok M.

Dari sinilah, Dia melihat Gedung Kejaksaan yang terpampang sangat tinggi sampai terlihat dari kejauhan.

"Dari dalam bus di Blok M, gedung paling tinggi terlihat gedung kejaksaan. Saya lihat semua orang megang map, saya mikir pasti ada penerimaan," ungkapnya.

Ia merasa ragu saat ingin memasuki kantor kejaksaan. Langsung Ia buru-buru mengambil satu map dalam tasnya dan ditulis 'Kepada Kejaksaan Agung'.

"Lamaran diterima, ikut tes dari sekian ratus yang mendaftar hanya delapan yang diterima, dan satu di antaranya saya. Saya mendapatkan nilai tertinggi waktu itu," imbuhnya.

Lalu Ia diberi pilihan bertugas di Medan atau Bengkulu, Prasetyo berpikir masih pemula nanti malah tambah masalah bila ke Medan. Akhirnya dia memilih ke Bengkulu.

Awal karier Prasetyo di Kejagung dimulai menjadi Kepala Bagian Keuangan dan Materil di Bengkulu, tahun 1973. Ia tidak pernah menyangka ucapan ayahnya agar dia bekerja di Kejaksaan Agung terwujud.

Ayah Prasetyo adalah seorang bekas tentara, namun selesai berjuang merebut kemerdekaan, ayahnya mengundurkan diri dan memilih menjadi pengusaha kayu, dan perlengkapan rumah tangga.

"Sampai Kejaksaan Agung pernah memesan kepada Bapak saya, lalu Bapak saya mengatakan suatu saat kamu harus di sana, saya enggak pernah terpikirkan. Sekian lama kemudian saya baru sadar Bapak saya pernah bicara begitu," tutupnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kejaksaan Agung
  3. HM Prasetyo
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini