Tunjuk jendela, Irvanto isyaratkan jatah Senayan 7 persen di proyek e-KTP

Senin, 26 Februari 2018 14:13 Reporter : Yunita Amalia
Sidang Setya Novanto. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Sidang kasus korupsi proyek e-KTP kembali mengungkap adanya komitmen fee untuk anggota DPR dari proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut. Keterangan tersebut berawal dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) salah satu pegawai PT Java Trade, anggota konsorsium PT Murakabi Sejahtera, Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby.

Dalam keterangannya yang tertuang di BAP, Bobby bersama keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo tengah bercakap-cakap usai pertemuan sejumlah peserta lelang di ruko milik Andi Agustinus alias Andi Narogong yang terletak di Fatmawati, Jakarta Selatan. Dalam percakapan keduanya, Irvanto berseloroh dengan menggunakan bahasa Jawa, jatah untuk DPR sebesar 7 persen dari proyek e-KTP.

"Saya kan komunikasi dengan beliau banyak bahasa Jawa. Terus saya kurang gimana, tiba-tiba beliau itu ngomong bahwa abot, kamu njaluk pitu," ujar Bobby menirukan ucapan Irvanto, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (26/2).

"Apa itu artinya?" tanya Hakim Anggota Frangki.

"Tujuh," ujarnya.

Dari pembahasan tersebut, Bobby mengaku tidak mengetahui secara mendalam perihal pernyataan Irvanto. Hanya saja, ia mengaku pernah mendengar pernyataan Irvanto bahwa proyek e-KTP cukup besar sekaligus mahal karena ada jatah yang harus disiapkan untuk beberapa pihak, termasuk ke DPR.

Dari percakapan mengenai jatah 7 persen untuk DPR, Irvanto menggunakan isyarat dengan menunjuk jendela dari ruko Fatmawati. Arah tersebut menurut Bobby berarti Senayan, anggota DPR.

"Sebelumnya bicara tentang pekerjaan proyek ini yang begitu berat. Istilahnya banyak sekali yang harus dikerjakan, nah terus karena saya enggak ngerti dia nunjuk ke luar jendela saja, ya saya tanya nah kon ndi? Senayan. Ya sudah gitu saja," ujarnya.

Mencuatnya jatah 7 persen untuk Senayan bukanlah hal baru. Sebelumnya, Direktur PT Java Trade, Johannes Richard Tanjaya mengaku pernah mendengar adanya istilah SN grup dalam pembagian jatah dari proyek e-KTP. Disebutkan bahwa jatah untuk SN grup sebesar 7 persen.

"Kalau fee saya tidak mengetahui langsung. Saya dapat info dari bobby (Jimmy Iskandar Tedjasusila) mengenai SN Grup," ujar Jonathan saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/2). [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini