Tulis Status soal People Power di Facebook, Honorer Dinsos Sulsel Diciduk

Jumat, 17 Mei 2019 13:10 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Tulis Status soal People Power di Facebook, Honorer Dinsos Sulsel Diciduk Tersangka ujaran kebencian di akun facebook. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Muhammad Aufar Afdillah Alham, (29), pegawai honorer Dinas Sosial Provinsi Sulsel diciduk polisi, Kamis, ((16/5) sekitar pukul 10.30 wita di rumahnya Jl Adyaksa 2 kompleks Kejaksaan Kota Makassar. Aufar diciduk terkait postingan status di Facebook mengandung ujaran kebencian.

Status di akun yang menggunakan nama asli itu menuliskan, "Kami tidak perlu capek menunggu kesiapan KPU karena semua juga pun sia-sia. Karena kami lebih siap untuk people power tanggal 20-22 Mei. Diperkirakan memakan 200 korban jiwa nanti"

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani mengatakan, postingan pemuda kelahiran Kota Sengkang, Sulsel dinilai sangat berbahaya karena memuat satu hasutan dan dibaca oleh masyarakat luas. Sehingga bisa mengganggu kondusifitas.

"Apa yang dilakukan pelaku ini sudah tergolong pidana sehingga anggota dari tim cyber crime bergerak cepat lakukan penangkapan," kata Dicky.

Barang bukti yang disita di kos-kosan Muhammad Aufar di kompleks kejaksaan Makassar berupa satu ponsel, satu laptop dan screenshoot postingan berita dalam akun Facebook 'Muhammad Aufar Afdillah Alham'.

Pasal yang disangkakan adalah pasal 45A ayat (2) junto pasal 28 ayat (2) UU RI tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE. Ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kata Dicky Sondani, mengenai ujaran kebencian sekaitan isu people power ini, sudah dua kasus yang ditangani Polda Sulsel. Sebelumnya, diamankan lelaki paruh baya berinisial SA yang menghasut lewat video dan viral. Bahkan pernyataannya di dalam juga mengadu domba TNI dan Polri. Berkas SA saat ini masih diproses, harapannya bisa segera ke kejaksaan.

Sementara itu, tersangka Muhammad Aufar Afdillah Alham saat ditanya wartawan mengaku, postingannya itu bertujuan meluapkan unek-unek pribadi karena kesal terhadap pemerintah. Dia dalam kondisi sadar saat meng-update status di akunnya itu.

"Status soal people power itu saya hanya ikuti perkembangan berita di Facebook. Saya sadar dan mengaku salah. Saya siap dengan segala konsekuensinya," kata Aufar. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini